Agenda Sabtu Ceria, Warna-warni Stoni Indonesia

by admin on 3 months ago




IJL.Com- Ibadah puasa bukan jadi alasan Stoni Indonesia untuk "menepi" dari rumput hijau. Agenda buka bersama kian memperat tali persaudaraan.

Tradisi latihan selama bulan puasa tetap dijaga Stoni sejak tiga tahun berdiri. Tiap akhir pekan tepatnya di hari Sabtu, tim yang bermarkas di Bantargebang, Bekasi itu tetap menjalani rutinitas di atas rumput hijau sembari menunggu bedug adzan magrib tiba.

Serius tapi santai, begitu tema yang diusung Stoni. Tidak terlalu banyak menguras keringat namun cukup efektif menjaga aroma kompetitif di tengah liburnya kompetisi Indonesia Junior League.

"Latihan masih berjalan, bedanya bulan puasa ini hanya satu Minggu sekali tepatnya di hari Sabtu, biasanya kan tiga Minggu sekali," ujar salah satu pelatih Stoni, Candra Darmawan.



"Kurang lebih durasinya sekitar 90 menit, materinya latihan ringan saja soal sentuhan bola supaya anak-anak tidak kagok sekembalinya aktivitas berjalan seperti biasa," tambahnya lagi.







Memperat tali persaudaraan jadi salah satu tujuan utama. Tidak hanya dari sisi pemain tetapi juga barisan suporter setia Stoni yakni orangtua anak didik.

"Betul, sekalian buka puasa bersama di lapangan. Jaga tali silaturahmi ujungnya agar kebersamaan tetap kompak. Menu makanan semua dari sumbangan orangtua, ada yang bawa lontong, gorengan, es campur dan cilok," ungkap Candra.



"Kebetulan ada orangtua siswa yang berdagang cilok, itu santapan pertama yang paling digemari anak-anak begitu adzan magrib tiba, langsung diserbu," ujar Candra seraya tersenyum lebar.







Dasar kekompakan Stoni memang tidak lepas dari mesranya hubungan manajemen, tim pelatih dan juga orangtua. Dukungan sang ketua umum, Lucius Leon Worang, disebut Candra benar-benar punya nilai mahal.

Lucius sendiri adalah export manager Faber-Castell Indonesia. Seperti diketahui, Stoni memang bermarkas di kawasan pabrik pensil asal Jerman yang menancapkan kukunya di Tanah Air sejak 1999 tersebut.

"Terkhusus tentunya untuk bapak Lucius. Beliau pula yang memberikan tempat tinggal sementara untuk pelatih asing kami dari Kamerun yakni Christian "Beko" Bekatal supaya tidak lagi bolak-balik Tangerang-Bekasi," ungkap Candra.

"Kepedulian untuk Stoni besar sekali di tengah kesibukannya. Sering turun langsung untuk memantau perkembangan anak-anak. Kami masih menunggu untuk buka puasa bersama beliau, semoga ada waktu," ujar Candra.



Di gelaran Indonesia Junior League, Stoni memang termasuk tim debutan baru. Eksistensi dikibarkan dengan mengirim skuat U-11 dan U-13.

Di tim Stoni U-13 muncul nama Audy Laksono yang begitu menyita mata penonton, aksinya di atas lapangan jadi penjaga asa untuk lolos ke fase knock-out. Sementara di level U-11 ada Muhammad Athar yang terbilang cukup menjanjikan sebagai seorang juru gedor handal.

16032019-brazilian-soccer-school-vs-stoni-indonesia-fc

u11-14042019-satria-muda-fa-vs-stoni-indonesia-fc

Tinta emas ingin diukir Stoni layaknya Faber-Castell yang sudah lama mewarnai mimpi anak-anak Indonesia. Ya, dari Bantargebang semua bermula.

"Awal Stoni berdiri 50 persen siswanya memang anak-anak dari karyawan pabrik Faber-Castell. Sekarang makin meluas," ungkap Candra.




"Kami dari jajaran tim pelatih punya komitmen besar untuk membesarkan nama Stoni. Kehadiran coach Beko misalnya yang merupakan mantan pemain profesional efeknya begitu luar biasa untuk membangkitkan gairah anak-anak. Stoni juga punya mimpi menyumbang pemainnya untuk menembus skuat IJL Elite, semoga tercapai," tandas Candra.

u11-14042019-satria-muda-fa-vs-stoni-indonesia-fc
  • Tags