Barisan Bek Haus Gol Ditunjang Skill Aduhai Wonderkid Pelita Jaya




IJL.Com- Deretan bek haus gol mewarnai barisan pemain terbaik pekan kedua IJL Mayapada 2018 (u-9). Insting penyerang gesit nan licin seperti Ale Putra Fathir dan Muhammad Wildan didukung kreatifitas tinggi playmaker fenomenal milik Pelita Jaya, Rizki Eka Saputra.




Kiper:


Gibran Rajendra Taraka. Aktor utama di balik frustrasinya barisan pemain Salfas Soccer, Indonesia Rising Star dan Parung Soccer School saat berhadapan dengan FU15FA Bina Sentra. Bermain di tiga laga dalam sehari dan sama sekali tidak tergantikan, Gibran mampu menjaga gawangnya dari kebobolan alias clean sheet. Kiper yang aktif melakukan komunikasi dengan rekan-rekan yang ada di depannya, cukup tenang saat mengambil keputusan terutama di daerah kotak penalti.






Bek:



Arigo Juneville Fabiano. Bek yang paling rajin melakukan akselerasi dari sisi sayap di pekan kedua kemarin. Punya skill driblling aduhai, total enam gol Abstrax ke gawang BMIFA Tik-Tak dan Pro:Direct Academy adalah andil dari pemain berkepala plontos ini. Dua kali ia pula ia mencatatkan namanya di papan skor salah satunya lewat skema free kick. 




Khairan Akmal Mubarok. Pemain yang punya karakter seorang limited defender, pekan kedua lalu ia mampu membuat nyali penyerang lawan langsung ciut dengan skill body charge menawannya. Dibekali pula dengan skill teknik gaya bertahan sangat mumpuni, Khairan memang jadi garansi amannya barisan pertahanan Metro Kukusan. 90 persen duel one by one, kapten Metro Kukusan ini selalu unggul.




Erlangga Hagi. Disamping Khairan yang kokoh, ada Hagi yang bermain nampak lebih elegan. Pekan kedua kemarin, tiga angka yang diraih Metro Kukusan atas Hizbul Wathan Soccer Club (HWSC) adalah andil Hagi mengatur irama permainan rekan-rekannya. Dua gol ia cetak ke gawang HWSC, semuanya berasal dari tendangan bebas.




Arkhan Dwi Putra. Gaya permainannya sangat sederhana dengan posisinya sebagai seorang wing back. Kelebihannya adalah ia pemain paling disiplin di skuat ASTAM U-9 pada pekan kedua lalu baik saat menyerang ataupun bertahan. Eksekusi penaltinya sempat gagal saat jumpa Ragunan Soccer School, namun dengan cepat ia menyocor bola muntah. Saat melawan All Star Galapuri, gol cepat ia cetak di menit kedua lewat sepakan jarak jauh hampir dari setengah lapangan.






Gelandang:



Muhammad Javier Emeraldy. Pemain yang cocok berposisi sebagai gelandang pengangkut air di skuat CISS Soccer Skill. Pekan kedua kemarin, setiap jengkal lapangan sudah dijelajahi pemain dengan gaya rambut mohawk tersebut. Dibekali fisik yang sangat tangguh memudahkan Javier menjadi "menyapu" setiap lawannya yang menganggu pertahanan CISS. Naluri golnya pun cukup tajam, dua kali gawang BMIFA Tik-Tak jadi korbannya.




Greyfaldi Abdul Manan. Pemain bertipe nomor 10 yang bergerak sangat mobile di lini serang ASIOP. Gol penentu ke gawang Serpong City Soccer School jadi bukti dirinya sangt lihai mencari celah kosong pun begitu dengan gol yang ia ciptakan saat jumpa Ragunan Soccer School. Berungkali pemain lawan nampak kebingungan dengan cara Grey bergerak, speednya sangat kencang dan penuh determinasi tinggi.



Nayaka Aryasatya Herryadi. Gelandang paling kreatif milik ASIOP Apacinti, satu gol sangat indah ia ciptakan ke gawang Ragunan Soccer School. Melewati tiga pemain lawan, tendangan tidak terlalu keras namun cukup terarah dengan kaki kidalnya mampu ia ciptakan. Team-work dan first touch jadi identitas Nayaka di pekan kedua lalu. Total dua gol sudah ia ciptakan.






Playmaker:


Rizki Eka Saputra. Pemain yang layak diberi label man of the match di pekan kedua lalu. Lima gol mampu ia ciptakan di dua laga, kaki kiri dan kanan sama-sama hidup. Proses gol pun bisa ia ciptakan baik dari open play maupun set piece. Sempurna.






Penyerang:


Ale Putra Fathir. Si gesit milik Maesa Cijantung. Berhadapan dengan Serpong City Soccer School, ia tidak berperan sebagai starter namun diberi tugas sebagai seorang supersub. Hasilnya maksimal, gol pemecah kebuntuan ia ciptakan untuk timnya tersebut. Belum lagi dengan teknik Ale, empat pemain Serpong City Soccer School mampu ia lewati. Gaya permainan Ale mengingatkan kita pada sosok penyerang legendaris Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto.




Muhammad Wildan. Badannya yang kecil justru memudahkan Wildan untuk menyelinap di barisan pertahanan tim lawan. Gerakannya gesit dan punya fisik kelas wahid untuk ukuran pemain seusianya. Penyerang yang tak "malas" menjemput bola. Dua golnya ke gawang Ragunan Soccer School jadi catatan khusus dan tak bisa terpinggirkan.





Pelatih:


Maradona. Mara jadi pelatih yang paling sibuk di pekan kedua kemarin. Bersama ASIOP, ia tidak hanya berperan sebagai seorang juru taktik tetapi juga motivator ulung. Beberapa kali ia mampu membawa anak asuhnya keluar dari tekanan tim lawan. Seluruh pemain cadangan ia beri kesempatan tampil tanpa menganggu stabilitas permainan tim selama 2x15 menit.







Cadangan:





Kiper:


Ali Putra Kabaah (ASIOP)






Bek:


Beel Jacksem (Maesa Cijantung)



Muhammad Terry Darmawan (Bhayangkara Tigaraksa Football School)



Muhammad Rizqi Sofian  (Serpong Jaya)





Tengah:



Diego Andres Sinathrya (Serpong City)



Bagusse Verespatie (Pelita Jaya)



Aryabima Trah Aditya (CISS)



Evana Salim (CISS)



Abid Rahidan Asha  (Salfas Soccer)





Penyerang:




Bintang Arkyas (Abstrax FA)


Wahyu Sulthon Akhyar (Ragunan Soccer School)








  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa