Berebut Dominasi Lini Tengah

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Panasnya duel kontra Serpong Jaya disadari betul oleh pelatih Garuda Junior, Dodi Nugroho. "Perang" di lini tengah.

Garuda Junior enggan mabuk dalam euforia kemenangan. Poin penuh saat jumpa Pro: Direct Academy (PDA) bukannya tanpa celah, berkaca dan lebih mawas diri jadi pegangan teguh yang diusung tim asal Kota Tangerang tersebut.

Animo tidak terbendung lagi. Satria Putra Agata dan kawan-kawan sudah tak sabar menginjakkan kakinya kembali di Stadion Mini Cisauk. Pekan ke-15 IJL Mayapada U-13 Grup Phenomenon sudah memanggil.

"Ahamdulillah semangat dan antusiasme anak-anak sangat luar biasa sekali. Mereka sudah tidak sabar untuk tanggal 10 nanti," ujar Dodi.

"Kemenangan atas PDA bukan tanpa catatan. Evaluasi pasti ada terutama dari sisi pertahanan yang harus saya perbaiki lagi," jelas Dodi.



Lubang itu ada di sisi sayap pertahanan Garuda Junior. Transisi permainan Taufik Hidayat dan kawan-kawan belum bisa membuat Dodi tidur nyenyak.

Bukannya tanpa sebab memang mengingat Garuda Junior adalah tim yang punya garis permainan mengandalkan lini sayap. Sudah bukan cerita baru lagi kalau ada nama Ervan Suardana dan Ervin Suardani sebagai poros serangan.

"Lini belakang kami harus lebih berani melakukan cover ke pemain lawan terutama saat duel bola-bola udara. Lebih daripada itu sisi kanan dan kiri Garuda Junior masih ada kebocoran," jelas Dodi.

"Mungkin memang itu risiko yang harus diambil karena agresivitas kami memanfaatkan lebar lapangan, bek sayap yang rajin membantu serangan lupa kembali lagi ke areanya masing-masing," terang Dodi.





Pertebal sektor lini tengah jadi ramuan Dodi untuk meminimalisir kebocoran tersebut. Kebetulan tim lawan yakni Serpong Jaya juga dibekali deretan gelandang kelas wahid di atas lapangan.

Siapa tidak kenal Rifky Pohan, gelandang serang bertubuh mungil yang sudah kerap mondar-mandir di rilisan pemain terbaik IJL Mayapada U-13 tiap pekannya. Belum lagi Sheilo Praditia, yang semakin rajin mengoyak jala gawang lawan.

Begitu juga dengan M Fadhil Fakhrudin, pemain serba bisa yang handal mengirimkan umpan-umpan silang menawan. Dibekali nafas kuda membuat dirinya juga cukup lihai bermain di posisi bek sayap. Pekan sebelumnya Laskar Pelangi baru saja merasakan keganasan pemain bernomor punggung 21 itu.

"Pertandingan melawan Serpong Jaya nanti lini tengah harus benar-benar diperkuat. Bermain passing-passing pendek lebih diperbanyak," tegas Dodi.

"Saya memang tidak terlalu mengamati betul nama-nama pemain Serpong Jaya. Tapi saya akui mereka tim dengan materi pemain tengah yang sangat aktif memainkan bola-bola daerah," ujar Dodi.





Tiga pemain digadang-gadang sudah siap adu kuat dengan Pohan Cs. Fighting spirit ala Gennaro Gattuso itu yang diperlukan Dodi.

"Selalu ada kelebihan dan kekurangan di lini tengah kami, tapi anak-anak paham untuk saling menutupi. Saya sudah siapkan Rashya Lorenso Akbar, Ubaydillah, juga Zaidan Amru Tamam untuk melayani gelandang Serpong Jaya. Spirit Gattuso kali ini akan dimainkan oleh Zaidan," ujar Dodi seraya tersenyum.



"Ervan-Ervin akan bahu membahu dengan Agata demi terciptanya gol di atas lapangan nanti. Alhamdulillah mereka sudah semakin  nyaman dengan posisinya," sambung Dodi.



Garuda Junior sendiri saat ini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup Phenomenon, syarat terakhir jika ingin meraih tiket ke fase knock-out. Sementara Serpong Jaya ada lima strip di atasnya dengan hanya berselisih empat angka.

"Alhamdulillah, jujur kami juga tidak menyangka bisa masuk sampai ke zona delapan besar," ujar fans berat Carlo Ancelotti tersebut.

"101 persen butuh perjuangan untuk tetap di zona delapan besar apalagi intensitas latihan kami hanya satu kali dalam seminggu," tandas Dodi.




  • Tags