Claudia Scheunemann; The Warrior Princess

by admin on 4 months ago




IJL.Com- Pesona kilau gemilang Claudia Alexandra Scheunemann sudah lama membuat pelatih Young Warrior FA, Javier Roca jatuh hati. Ingat Xena, ingat Claudia.

Jadi satu-satunya pemain wanita di "sarang gladiator" tidak membuat Claudia Alexandra Scheunemann gugup. Berkaca dari empat laga Indonesia Junior League U-9 yang sudah dilakoni Claudia, ia bukan hanya sekadar pemanis di atas rumput hijau.

Bak pahlawan wanita dalam serial televisi Xena: The Warrior Princess, Claudia ibarat gladiator berdarah dingin, musuh menghadang tak segan dilibas. Memandang pemain bernomor punggung 11 itu dengan sebelah mata maka akan terasa sangat fatal akibatnya.



Mengimbangi Abdullah Husain di sektor lini tengah, cekatan melayani Alvino David di pos lini depan, begitu cara Claudia menyerap instruksi sang pelatih, Javier Roca. Satu yang patut dicatat, pemain berdarah Jerman-Indonesia tersebut juga punya akurasi umpan crossing mematikan, tidak heran ia begitu diandalkan Young Warrior dalam urusan skema sepak pojok.



Cantiknya penampilan Claudia memang sudah lama membuat Roca jatuh hati. Praktis, ada apresiasi tinggi diberikan pelatih berdarah Cile itu untuk sang anak asuh yang ternyata sangat mengidolakan pesepak bola wanita asal Amerika Serikat, Alex Morgan tersebut.

"Saya melihat Claudia sebelum gabung di Young Warrior saat membela tim sekolahnya (German International School), langsung tertarik kemudian ajak bergabung dan memang anak ini punya bakat," ujar Roca.



"Seperti kita lihat sendiri, ia punya skill dan postur bagus, ada visi bermain yang baik. Paling penting daripada itu Claudia mau mengawali prosesnya dari latihan tim, sangat rajin ya makanya ia dapat tempat meski harus bersaing dengan anak laki-laki," tambah Roca lagi.





Ya, tidak ada istilah anak emas untuk putri pasangan Ralph Scheunemann dan Nona Melita itu meski label kaum hawa melekat ke Claudia yang juga dikenal fasih menekuni olahraga renang. Sekali gladiator tetap gladiator.

Bukan kebetulan pula jika darah sepak bola sudah mengalir dalam diri Claudia lewat pamannya, Timo Scheunemann, eks pelatih Persiba Balikpapan dan Persema Malang. Bahkan kakak keponakan Claudia yakni Kevin Scheunemann adalah pemain andalan klub Liga 2, Persewar Waropen yang kini sedang gagah-gagahnya berdiri di puncak klasemen Wilayah Timur.

"Biasa saja, tidak ada perlakuan yang terlalu istimewa. Seperti yang saya bilang, Claudia ini mau dan cepat belajar," ujar Roca.



"Saya membebaskan Claudia untuk berekspresi bersama Young Warrior, ketika sudah berada di atas lapangan dengan atmosfer pertandingan, sebagai pelatih tugas saya hanya mengawal bakat yang ia punya. Sederhana saja sebenarnya," ujar Roca.



Roca sendiri berharap munculnya Claudia bisa jadi angin segar untuk atmosfer sepak bola wanita di Tanah Air. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai, itu pesan dari el entrenador.

"Piala Dunia Wanita baru pertama kali digelar 1991, belum terlalu lama sebenarnya dan artinya tidak ada kata terlambat bagi Indonesia untuk mau belajar membawa pesepak bola wanita ke arah yang lebih profesional," tegas Roca.

"Cile misalnya yang baru ikut Piala Dunia Wanita 2019 ini, mereka memulainya dari klub-klub profesional yang punya tim wanita dari level U-15. Jadi bisa dibayangkan kalau nantinya tim seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, Persib Bandung punya pemikiran ke arah sana," tandasnya.







  • Tags