Dari Lompatan Akrobatik Sampai Torehan Quattrick




IJL.Com- Tensi pertandingan di pekan ke-14 IJL Mayapada U-13 Grup Sensation memaksa banyak pelatih lebih putar otak, hasilnya pemain dengan potensi mengkilap tak henti tebar pesona. Dari aksi akrobatik sampai catatan quattrick.



Kiper:


Dzaki Nurfaizi (All Star Galapuri)

Dzaki "Superman" Nurfaizi, penyelamatan-penyelamatan akrobatik di laga kontra Salfas Soccer sudah membuat dirinya mendapat tempat tersendiri di hati publik Indonesia Junior League. Handal dalam duel satu lawan satu membuat Dzaki terbilang sulit untuk ditaklukkan, tak heran ada pujian mengalir dari pemain lawan, Satrio Mega Insan. Penempatan posisi Dzaki saat sedang menghadapi tekanan bola mati patut diberi nilai tinggi, meski belum mampu menghindarkan timnya dari kekalahan jelas Dzaki layak dapat bintang.





Bek: 


Zildjian Ahmed Abu Bakar (Cipta Cendikia FA)

Cetak satu gol berkelas ke gawang B24HABS, datang dari bangku cadangan, lima detik berselang aksi back-heel cantik Izzy bukukan. Tipe seorang bek sayap modern, atraktif menyisir sisi sayap lapangan, begitu paham pentingnya transisi permainan dengan naluri bertahan dan menyerang sama baiknya. Kontribusi Izzy begitu penting di tengah rotasi pemain Cipta Cendikia FA, cepat menangkap instruksi pelatih hingga posisi winger mampu ia jalani juga dengan hasil efektif.




Indra Kusuma (FU15FA Bina Sentra)

Bek bertubuh besar yang bermain taktis di laga kontra BMIFA, penuh konsentrasi tingkat tinggi saat menjaga kedalaman skuat FU15FA Bina Sentra. Begitu tangguh dari aspek sapuan clearance, sigap dalam memutus momentum serangan balik tim lawan. Dibekali body balance yang prima kian membuat Indra sukar untuk dilewati, tampil gigih hingga menjadi garansi aman untuk rekan-rekan setimnya.

INDRA KUSUMA


Rifky Dwi (Maesa Cijantung)

Tampil sangat tenang di lini belakang Maesa Cijantung, enggan hanyut terbawa dalam aroma permainan cepat Brazilian Soccer School. Bek yang begitu handal dalam melakukan intersep, benteng kokoh pertahanan terakhir Si Burung Hantu. Soal reading the game, Rifky juga patut diberi acungan jempol, minim defensive error hingga pemain lawan begitu sulit untuk masuk ke dalam area kotak penalti Maesa.

RIFKY DWI FEBRYANTARA


Daffa Daud (ASTAM)

Pemain yang tampil sangat enerjik di laga kontra Stoni Indonesia, begitu menggigit sepanjang jalannya laga. Tiap jengkal lapangan mampu disisir Daffa Daud dengan penuh dominasi tinggi, transisi permainan pemain bernomor punggung 17 cukup membuat rekan-rekan setimnya bermain nyaman di atas lapangan. Salah satu aktor utama tumpulnya pergerakan pemain andalan tim lawan, Audy Laksono, kontribusi Daffa Daud benar-benar punya nilai mahal untuk ASTAM.





Gelandang: 


A Ridano (Cipta Cendikia FA)

Pemain yang paling banyak menguras keringat saat laga kontra B24HABS, sangat agresif memutus serangan tim lawan. Meski tidak menyumbangkan gol, kontribusi Ridano sangat besar sebagai tulang punggung permainan indah Cipta Cendikia FA khususnya dalam melayani sang sutradara, M Rafly Ikram Selang. Fisik yang prima sepanjang 2x25 menit di tengah teriknya panas matahari jadi nilai tambah untuk pemain bernomor punggung sembilan tersebut, tipe petarung sejati.

ACHMAD RIDANO SANIA


M Syamwil Razak (Maesa Cijantung)

Pahlawan kemenangan Maesa Cijantung saat laga melawan Brazilian Soccer School, dua gol dicetak pemain bernomor punggung 10 itu dengan cara yang begitu elegan, berkepala dingin mengoyak jala gawang lawan. Syamwil bermain taktis juga cerdik, kalah dari segi postur namun ia mampu keluar dari pengawalan ketat gelandang jangkung Brazilian, Arjuna Satrio. Kemampuan Syamwil mencuri sekaligus menciptakan momentum patut diberi nilai tinggi, benar-benar mengejutkan barisan pemain lawan.




Satrio Mega Insan (Salfas Soccer)

Di tengah rasa frustrasi rekan-rekan setimnya menjebol gawang All Star Galapuri, Satrio hadir menjadi pembeda, sundulan kepala yang begitu tajam sebagai pemecah kebuntuan tim. Kondisi cuaca yang panas terik tidak membuat Satrio layu, identitas diri sebagai pengatur suhu serangan Salfas ia jalani dengan penuh tingkat intelegensi tinggi, simpel dan efektif. Pergerakan Satrio makin variatif saat ia tengah berada dalam tekanan, kualitas game-maker handal perlahan mulai menunjukkan peningkatan.





Penyerang: 


Saubhyaky Putra (Maesa Cijantung)

Putra kembali menunjukkan kelasnya di atas lapangan, salah satu winger paling berpengaruh pada kompetisi IJL Mayapada U-13. Manuver pemain bernomor punggung tujuh itu sangat sulit ditebak barisan pertahanan Brazilian Soccer School, rajin mengubah posisi kian membuat Putra semakin variatif meneror pertahanan Tim Samba. Tidak mencetak gol namun kontribusi Putra untuk Maesa punya kredit tersendiri, terbukti satu assist matang nan berkelas ia kirimkan untuk M Syamwil Razak




M Raidil Adha (KMJR Cilegon)

Bintang lapangan di pekan ke-14, tidak tanggung-tanggung ada empat gol ditorehkan Raidil saat laga kontra Java Soccer Academy. Begitu sadis cara Raidil mengacak-acak pertahanan Java, sinyal penyerang haus gol begitu tertanam kuat dalam dada pemain bernomor punggung 99 tersebut. Kecepatan akselerasi jadi salah satu keunggulan Raidil, pergerakan tanpa bolanya juga memudahkan rekan-rekan setimnya mencari ruang kosong, sebuah kontribusi besar.




Odilo Pinutusta (ASIOP Apacinti)

Datang dari bangku cadangan, tampil sebagai pahlawan kemenangan ASIOP atas CISS Soccer Skill jadi salah satu bukti tingkat kematangan dan mental bertanding Pinu. Salah satu penyerang yang punya intelegensi tinggi, penempatan posisi terbilang sangat mumpuni ditunjang finishing kelas wahid. Ambil peranan besar saat rekan setimnya Pradipa Raihan Nur Irsyad cetak gol, sundulan kepala Pinu juga punya nilai akurasi mahal.

[03022019] CISS SOCCER SKILL VS ASIOP APACINTI



Pelatih:


Muhammad Firdaus (FU15FA Bina Sentra)

Daus punya respon yang cepat dalam menangkap alur permainan, pertahanan rapat BMIFA hingga "hadangan" dewi fortuna tidak membuat dirinya kehabisan ide. Firman Utina Boys ia kawal untuk tetap stabil sepanjang 2x25 menit jalannya laga, aktif melakukan rotasi jadi salah satu kunci Daus menjaga tempo permainan atraktif anak-anak asuhnya. Begitu dingin di pinggir lapangan, sangat tenang memberi komando dan pandai menularkan motivasi, hasilnya sepakan gol Muhammad Rija Khairirafi jadi bayaran setimpal untuk kesabaran Daus.




Cadangan:


Kiper: Dyan Hermawan (Stoni Indonesia)


Bek: Mukti Arya Muslim (ASIOP Apacinti), Ressa Muhammad Faisal (CISS), Ravi Fadillah Ahmad (Brazilian Soccer School)


Gelandang: Yazid Ahmad Putra (KMJR Cilegon), Dzaky Fawwaz (ASTAM), Pradipa Raihan Nur Irsyad (ASIOP Apacinti), Adam Restu Perdana (Salfas Soccer)


Penyerang: M Zidan Aulia (Cipta Cendikia FA), M Rija Khairirafi (FU15FA Bina Sentra), Sava Fiprian (ASTAM)


  • Tags