Giras Ogah Tergantung Batman & Robin

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Poros Muhammad Ridwan dan Azka Putra Kiswa jadi titik kekuatan terbesar milik Giras FC. Meski demikian, tidak ada istilah ketergantungan untuk barisan Si Pitung Cilik.

Sebelum peluit kick-off kompetisi IJL U-11 dibunyikan, Giras punya misi mengulang torehan manis seperti musim lalu kala sukses melenggang ke fase babak delapan besar champions. Meski berstatus debutan saat itu dan jauh-jauh datang dari Jakarta Utara, faktanya Si Pitung Cilik memang bukan sekadar tim numpang lewat.

IJL 2019, ancang-ancang mereka untuk kembali berlari kencang mulai kembali mencuri perhatian. Sementara ini tim asuhan Memeng Muntholib tersebut nangkring di peringkat ketiga klasemen Grup Phenomenon.

Tiga menang, dua seri dan satu kalah jadi catatan yang diraup pasukan Giras. Meski demikian hal tersebut sama sekali belum bisa membuat Memeng tersenyum puas.

"Saya tentunya cukup menghargai perjuangan anak-anak, kalau bicara puas atau tidak puas memang masih terasa kurang maksimal, tapi sekali lagi jerih-payah mereka harus dihargai," ujar Memeng.



"Pekan ketiga kemarin kami agak terseok-seok karena memang banyak pemain pilar yang terpaksa absen, jika full-team saya yakin anak-anak dapat menggembosi kekuatan lawannya," terang Memeng lagi.





Memeng tentunya sadar, anak asuhnya belum sama sekali mendapat ujian berarti. Ia pun paham masih banyak kerikil-kerikil tajam di depan yang bisa membuat Si Pitung Cilik terperosok.

Saat disinggung soal kekuatan tim asuhannya, Memeng mengakui ada dua nama yang layak naik panggung yakni Muhammad Ridwan dan Azka Putra Kiswa. Seperti diketahui, koloborasi keduanya mampu menyumbangkan tujuh dari sembilan gol yang dicetak Giras.

Ridwan, labelnya sebagai jenderal atau dinamo lini tengah Giras memang kian mengkilap dari laga ke laga. Pemain yang punya keahlian dalam melepaskan eksekusi tendangan bebas pula.



Sementara Azka, tipe pemain dengan magis nomor punggung 10. Tidak heran, sudah ada empat gol ia sumbangkan sejauh ini dimana mayoritas adalah umpan matang yang diberikan sang kolega yaitu Ridwan.



Poros Ridwan dan Azka tak ubahnya kolaborasi Batman & Robin saat menumpas kejahatan. Meski demikian, Memeng tak mau Giras terlalu bergantung pada sosok super hero.

"Saya tegaskan semua pemain Giras sudah tampil luar biasa walau tak dapat dipungkiri Ridwan dan Azka memang terlihat lebih luar biasa tapi itu semua tak luput dari kerja sama tim," ujar Memeng.



"Saya sudah punya persiapan khusus untuk menghadapi pertandingan berikutnya karena sebagai pelatih saya tidak butuh pemain yang istimewa atau lebih terlihat menonjol. Giras bermain sebagai satu-kesatuan bukan individu seorangan," tegas juru taktik berusia 38 tahun itu.



"Saya yakin di laga ke depan akan ada pemain yang mampu menyusul Ridwan dan Azka. Ada satu gelandang masih saya simpan rapat-rapat, tunggu saja," ungkap Memeng seraya tersenyum.



Selain terus berbenah diri, Memeng juga cukup rajin mengamati peta persaingan di Grup Phenomenon. Seperti diketahui, ada nama-nama teras sekelas sang juara bertahan, Putra Sejati lalu Salfas Soccer, ASIOP dan kuda hitam paling menjanjikan, Young Warrior Football Academy yang sudah siap membidik targetnya masing-masing.

Jangan pilah-pilih lawan, itu semboyan yang ditanamkan Memeng untuk anak-anak didiknya. Namun saat disinggung nama salah satu tim yakni Alba FC, praktis adrenalin pria asal Brebes itu menjadi "terbakar".

"Siapapun lawan yang akan dihadapi tentunya fatal jika memandang remeh," ujar Memeng.



"Tapi jujur saya menunggu pertemuan Giras dengan tim asal Karawang, Alba FC. Pelatih mereka (Ijang Roby Anwar) kebetulan memang sohib saya. Setiap bertemu kami selalu beradu strategi walau saling mengalahkan tetapi tak lupa menebar senyum dan berjabat tangan artinya selalu menerima hasil dengan lapang dada. Terkadang ada keluar kata candaan sampai ledekan tapi itu hanya sebatas motivasi saja," tandas Memeng.



  • Tags