Java Soccer Academy Bukan Bermimpi di Siang Bolong




IJL.Com- Wajah pelatih Java Soccer Academy U-9, Eric Budi Santoso begitu berbinar-binar usai berhasil mengantarkan anak asuhnya ke partai final Champions Indonesia Junior League (IJL). 'South Troopers' memang bukan sedang bermimpi di siang bolong.

Episode paling "horor" sepanjang keikutsertaan di kompetisi IJL U-9 musim 2020/2021 baru saja dilalui anak-anak Java Soccer Academy. Rumput hijau Lapangan Batalyon Arhanud 01 Kostrad jadi saksi bisu perjuangan heroik Khadafi Aprian dan kawan-kawan.

Minggu (10/10), jerih lelah 'South Troopers' terbayar lunas. Tiket final Champions IJL U-9 dikantongi usai menghentikan perlawanan Metro Kukusan di fase 8 Besar dan Young Warrior saat tahap semi-final.

Jumpa Metro Kukusan, Java unggul dengan skor tipis 1-0 melalui gol Al Ghifari Bagus. Bersua Young Warrior, pahit getir drama adu penalti sukses dilalui setelah di waktu normal dan perpanjangan waktu ditutup dengan skor 1-1.

Duel tos-tosan di laga kontra Young Warrior bisa dibilang paling menyita mental anak-anak Java. Pasalnya, dua eksekutor pertama mereka gagal menunaikan tugasnya, berbanding terbalik dengan tim lawan.

Namun Java dengan hebatnya mampu menjaga sekeping asa demi asa. Dewi fortuna pun ikut berpihak, drama sepak bola itu nyata adanya, 'South Troppers' berbalik unggul dengan skor 3-2 saat adu penalti.

"Campur aduk rasanya. Ini benar-benar yang namanya drama sepak bola dari imbang saat waktu normal lanjut perpanjangan waktu dengan format 3 on 3 sampai kemudian harus dilanjutkan adu penalti dimana kami tertinggal terlebih dahulu. Sekali lagi, ini memang drama," ujar pelatih Java, Eric Budi Santoso.



"Perjuangan anak-anak luar biasa. Mental mereka juga ikut berperan besar. Selain itu kesuksesan ini juga tak lepas dari filosofi bermain tanpa beban yang kami bawa sejak awal kompetisi. Masuk babak Champions saja sebenarnya sudah di luar ekspektasi. Saya tidak menduga bakal kejadian hari seperti ini," sambung Eric dengan wajah berbinar-binar.





Ya, wajar saja Java tengah diliputi euforia luar biasa. Siapa sangka mereka mampu merombak peta persaingan IJL U-9 musim ini. Namun sejatinya, sejak fase penyisihan grup  aroma kuda hitam sudah konsisten diperagakan.

Walaupun demikian sebagai seorang pelatih, Eric punya tanggung jawab agar anak-anak asuhnya tak sampai larut tenggelam dalam euforia. Masih ada waktu sekitar 10 hari untuk skuat Java berbenah guna menghadapi FIFA Farmel di partai puncak IJL U-9 yang akan digelar, Minggu (24/10).

"Banyak dapat pelajaran sebenarnya dari balik kemenangan dramatis atas Young Warrior seperti saat games 3 on 3 dimana terlihat ada keraguan dari kiper untuk membantu serangan atau meninggalkan gawang. Ya saya rasa itu wajar karena masih bagian dari permainan, pasti nanti ada evaluasi lagi lewat proses latihan," tegas Eric.



"Begitu juga saat adu penalti, saya tidak menunjuk langsung namun bertanya siapa yang lebih siap mental ayo tunjuk jari. Algojo andalan kami saja seperti Khadafi bisa gagal. Apapun itu kami bawa bahan evaluasi untuk menatap partai final," tandas Eric.




  • Tags