Kimiko Sadiya Mcraymond; Cermin Captain Marvel

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Kimiko Sadiya Mcraymond kini sudah tidak canggung lagi membuat lutut kiper lawan bergetar. Cerminan Captain Marvel, feminisme di atas rumput hijau.

Tiga musim berturut-turut mencicipi kompetisi Indonesia Junior League membuat wajah ayu Kimiko Sadiya Mcraymond terbilang sudah sangat familiar. Pemain wanita pertama yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menembus skuat All Stars musim 2017.

2019, masih dengan seragam kebanggaan yang sama, ban kapten M'Private Soccer School kini melingkar di lengan Kimiko. Bukan untuk gaya-gayaan, ada alasan kuat ditiupkan.

"Kimiko sekarang lebih berani pegang bola, mungkin pengalaman itu yang buat dia lebih percaya diri. Satu lagi, anak ini punya kedua kaki yang sama kuatnya," ujar head-coach M'Private, Mulyadi.



"Soal ban kapten, Kimiko memang punya jiwa kepemimpinan yang kuat. Jadi sama saya sekali tidak ada keraguan," tegas Mul.

u11-28042019-mprivate-soccer-vs-maesa-cijantung

Dari enam laga yang sudah dilakoni, empat kali Kimiko mengoyak jala gawang lawan. Terakhir catatan hattrick dibukukan kala menggulung Indonesia Rising Star, sebelumnya kiper Ocean Stars ia buat terpaku.

Meski tidak mampu mencetak gol saat jumpa Maesa Cijantung, Kimiko terbilang cukup berhasil membuat barisan lawannya itu pontang-panting. Paling penting, ia bisa membuat rekan-rekan setimnya keluar lapangan dengan kepala tegak meski di akhir laga harus mengakui keunggulan Si Burung Hantu.

Sepak terjang Kimiko tak ubahnya seperti aksi Captain Marvel, tokoh superhero wanita di film Avengers: Endgame. Datang pada saat yang tepat untuk menghancurkan Sanctuary, kapal perang Thanos hanya dengan seorang diri. Benar-benar epik.



Kimiko memang sudah membuat banyak orang jatuh hati. Wajah feminisme di ruang sepak bola mampu ia terjemahkan dengan narasi yang sangat manis, begitu jauh dari alinea pembuka dengan kesan "menye-menye".

Sebuah anggapan kalau musim 2019 ini jadi tahunnya Kimiko bisa jadi bukan sekadar isapan jempol belaka. Tidak menutup kemungkinan, label skuat IJL Elite juga didapatkan jika konsistensi mampu terus dijaga.

"Musim sebelumnya terkhusus 2017 Kimiko bisa dibilang ikut tim yang sudah matang, kita tahu saat itu bercokol trio FBR (Faris-Bima-Romeo). 2019 ini dia adalah seniornya," ujar Mul.



"Kalau saya lihat Kimiko justru jauh dari kata feminim, di atas lapangan ia jadi persona yang garang," tambah Mul seraya tersenyum.

u11-14042019-mprivate-soccer-vs-pelita-jaya-soccer-school





Selain Kimiko, M'Private juga mendaftarkan salah satu pemain wanita lainnya yakni Adinda Rahadna Pudni. Bedanya, Dinda bermain untuk skuat U-9.

Mul sendiri berharap komitmennya untuk membina barisan garuda pertiwi tidak lagi dipandang sebelah mata. Di satu sisi ia mengakui tantangannya memang jauh lebih besar.

"Ada empat pemain wanita bergabung di M'Private, dua diantaranya kami daftarkan di IJL yaitu Kimiko dan Dinda. Yang membedakan mereka hanya soal daya tahan tubuh saja karena itu treatment saat latihan selalu ditanamkan ball mastery dan koordinasi lebih banyak," ujar Mul.





"Masa depan sepak bola wanita di Indonesia? Harus lebih sabar, mungkin 10 tahun lagi kita baru bisa bicara, ya semoga," tandas salah satu pelatih IJL All Stars 2017 itu.



  • Tags