Kunjungi Arena IJL, Gelora Jiwa Muda Widodo C Putro Ikut Bangkit




IJL.Com- Di sela-sela kesibukannya mengarsiteki Persita Tangerang guna kembali mengarungi lanjutan kompetisi Liga 1 2020 yang sempat terhenti karena pandemi Covid-19, Widodo Cahyono Putro menyempatkan diri untuk menyambangi perhelatan Indonesia Junior League. Alhasil, gelora jiwa muda sang legenda sempat "meronta-ronta".

Akhir pekan kemarin tepatnya Minggu (20/9), perhelatan Indonesia Junior League (IJL) penuh aroma berbeda. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga legenda hidup Timnas Indonesia datang langsung ke pinggir lapangan mulai dari Simson Rumah Pasal, Widodo Cahyono Putro (WCP) hingga Gendut Dony.

Seperti diketahui, Widodo adalah anak asuh Simson semasa berseragam Warna Agung (1988-1990). Sementara Gendut bersama WCP sama-sama menjadi penghuni lini depan Persija Jakarta sewaktu meraih gelar juara Liga Indonesia 2001 usai menumbangkan PSM Makassar di partai final lewat skor 3-2.

Kedatangan WCP serta Gendut tidak lepas dari program kerjasama strategis antar IJL dan keluarga besar Persija Glory 2001. Pekan sebelumnya, Hendra Nazir, Nur Alim, Agus Supriyanto, Washiyatul Akmal dan Warsidi Ardi sudah terlebih dahulu hadir memantau perkembangan barisan generasi penerusnya.

Nantinya, WCP dan kawan-kawan akan menjadi mentor pemain-pemain terbaik IJL yang tergabung dalam gerbong IJL Elite. Selain itu turut menggandeng Persija Glory 2001 tentunya, IJL di tahun 2021 juga berencana menggelar Ramadhan Champ, Summer Champ serta coaching clinic tidak hanya untuk pemain namun juga pelatih SSB peserta kompetisi IJL.

"Pastinya ada kesan pertama saat datang ke sini, jiwa pemain masih bergelora seperti kepingin muda lagi. IJL yang digagas Pak Rezza Lubis adalah contoh kompetisi yang mewadahi bakat anak-anak untuk menggapai mimpinya. Ini harus mendapat apresiasi bahkan bisa menjadi mitra dari PSSI, karena PSSI sendiri belum ada kompetisi di usia dini," tutur WCP.



WCP juga berharap pemangku kebijakan sepak bola Indonesia tidak melupakan eksistensi pembinaan usia dini di masa pandemi Covid-19. IJL sendiri benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah agar roda kompetisi bisa terus berjalan.

"Memang serba sulit dalam situasi dimasa pandemi ini, kalau pun mendapat izin harus benar-benar dilakukan protokol kesehatan yang ketat," ujar pelatih kelahiran Cilacap, Jawa Tengah tersebut.



"Paling tidak,pihak PSSI dan Pemerintah atau sponsor bisa bekerja sama untuk supaya kompetisi usia dini tetap berjalan sesuai protokol kesehatan," tambah WCP yang baru saja diganjar penghargaaan AFC Asian Cup Greatest Goals Bracket Challenge 2020 berkat gol tendangan saltonya ke gawang Kuwait saat membela Timnas Indonesia di ajang Piala Asia 1996.





Selain itu, WCP juga angkat topi untuk pelatih-pelatih muda yang berani terjun menimba karir dari level akar rumput. Menurutnya, berangkat lewat komitmen merekalah generasi penerus sepak bola Indonesia terbentuk tidak hanya dari segi prestasi namun juga karakter individu.

Ya, WCP memang tidak bisa menutup mata kalau ada anggapan banyak pesepak bola muda di Indonesia terkena sindrom "layu sebelum berkembang". Lagi-lagi ini soal komitmen tidak hanya di dalam namun juga luar lapangan.

"Membangun sepak bola Indonesia tidak harus dari level atas, justru ini adalah kesempatan pelatih-pelatih muda untuk belajar bagaimana cara mengedukasi segala hal yang berkaitan di kepelatihan mulai dari taktikal, penguasan emosional, pengaruh pelatih saat menjalani atmosfer pertandingan dan masih banyak lagi," ujar juru taktik yang juga kerap disapa Wiwid tersebut.

"Menanamkan budi pekerti ke pemain sangat penting di usia dini, kedisiplinan juga diperlukan. Tidak kalah penting adalah bagaimana karakter pemain mulai dari perlakuan di rumah serta pergaulan sosialnya. Tidak mudah memang, semua itu berpulang kembali kepada individu masing-masing, apakah dia mau berkorban untuk bangsa ini. Contohnya, gaya hidup soal makanan terkadang sesuai selera saja bukan apa yang dibutuhkan oleh tubuh," sambung WCP yang mengawali karir kepelatihannya di Petrokimia Gresik pada 2004.



Salah satu cara menumbuhkan karakter tersebut tidak lain lewat proses tukar dan sambung ilmu. Karena itu WCP menyambut baik program kerja yang sudah disusun IJL bersama Persija Glory 2001.

"Tentunya sangat senang, karena pengalaman dan ilmu yang kami peroleh disaat masih aktif sebagai pemain profesional atau sudah menjadi pelatih bisa diberikan kepada generasi penerus, mudah-mudahan ini menjadi semangat baru dan inspirasi buat yang lain," pungkas pemegang lisensi kepelatihan AFC Pro ini.




  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa