M Zaidan Zamzami; Bek dengan Segudang Aksi, Pemilik Nomor Punggung Keramat dari Maesa Cijantung




IJL.Com- Bek paling nyentrik dengan nomor punggung keramat di kompetisi IJL Mayapada 2018 (U-11). Muhammad Zaidan Zamzami dari Maesa Cijantung mulai berpikir untuk berburu gelar top skorer.

Nomor 10 identik dengan pemain di lini depan. Tugasnya pun cukup jelas yakni menggendor jala gawang lawan. Tak sembarangan pemain dapat memanggul angka keramat tersebut.

Namun alur itu tidak sepenuhnya berlaku di skuat Maesa Cijantung. Semua pemain bisa mencatatkan nama di papan skor darimanapun posisi mereka berasal. Nomor 10 pun tak selalu identik dengan penyerang.





Muhammad Zamzami bisa jadi bukti paling sahih. Posisinya di Maesa Cijantung adalah seorang bek tapi ia bisa terus konsisten mencetak gol. 

"Sebenarnya saya bisa main di semua posisi terkadang tengah dan depan. Tapi di IJL Mayapada 2018 saya memang dibutuhkan pelatih untuk menjadi seorang bek. Ya sesuai kebutuhan tim saja," ujar Zami.



"Saya senang di posisi manapun sesuai dengan instruksi pelatih," tambah Zami yang memilih sendiri nomor punggung 10 di Maesa.





Kepercayaan dari pelatih untuk mengawal lini belakang Maesa Cijantung itu yang membuat Zami kian percaya diri. Belum lagi dengan dukungan sang ayah khususnya dalam mengasah bakat Zami mengeksekusi tendangan bebas.

"Saya gabung di Maesa sejak usia tujuh tahun, kebetulan ayah saya juga pemain Maesa Cijantung senior," ujarnya.



"Selain bersama tim U-11, saya juga curi kesempatan berlatih bersama Maesa senior. Disitu saya berlatih tendangan bebas," ungkap bocah asal Kampung Rambutan, Jakarta Timur tersebut.





Dalam urusan tendangan bebas, khususnya dengan status sebagai seorang bek, Zami memang tak kalah dengan deretan snipper kelas wahid lainnya seperti M Habsy (Putra Sejati) atau Nabil Mafaiz (Maisa Bekasi). Dari catatan tujuh gol yang ia cetak, 70 persen adalah berasal dari skema tendangan bebas.

"Terpikir sih bisa jadi pencetak gol terbanyak di akhir kompetisi," ujar Zami.

"Saya selalu termotivasi, siapa tahu peraih gelar top skorer muncul dari pemain dengan status seorang bek. Ingin terus cetak gol tapi saya tak mau lupa kalau kerjasama tim tetap paling utama daripada urusan menjebol gawang lawan," sambungnya.




Pernyataan dari Zami memang benar adanya. Persaingan yang semakin ketat membuat dirinya harus lebih banyak "rela berkorban" demi kebutuhan tim. Pengalaman saat Maesa Cijantung ditekuk Serpong Jaya bisa jadi pelajaran berharga untuk pemain yang mengidolakan Sergio Ramos dan Ismed Sofyan itu.

"Melawan Serpong Jaya bisa jadi pengalaman berharga untuk saya. Senang rasanya bisa menghadapi pemain seperti M Farid. Persaingan semakin ketat dalam urusan mencetak gol atau secara tim keseluruhan. Harus lebih giat berlatih lagi," tandasnya.







  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa