M Zidan Ar Rasyid; Narsis adalah Kunci

by admin on 6 days ago




IJL.Com- Tidak ada sama sekali keraguan yang melintas dari Dodi Nugroho saat melihat Muhammad Zidan Ar Rasyid berdiri di bawah mistar gawang Garuda Junior. Telan buah rasa percaya diri, narsis adalah kunci.

Kebobolan delapan gol dalam 12 laga bukanlah catatan yang buruk untuk Garuda Junior. Setidaknya hal tersebut jadi modal bagi tim yang bermarkas di Kota Tangerang itu hingga mampu melenggang mulus ke fase knock-out.

Kurang adil memang jika menyebut Garuda Junior terlalu Ervin Suardani sentris. Kembali merujuk ke lini belakang ada sosok garang di bawah mistar gawang dalam diri Muhammad Zidan Ar Rasyid.

Mengawali kompetisi dengan status satu-satunya kiper di skuat Garuda Junior membuat Zidan jauh lebih tahan banting. Pantas, tidak ada sama sekali keraguan menghampiri sang pelatih, Dodi Nugroho melihat aksi anak asuhnya tersebut.

"Zidan ini sebenarnya wajah baru di Garuda Junior, bergabung bersama kami pas bertepatan dengan dimulainya kompetisi IJL. Awalnya dia bukan seorang kiper tapi lama kelamaan nampaknya jauh lebih nyaman berdiri di bawah mistar gawang," ungkap Dodi.

24032019-special-shot-b

"Saya tidak pernah ragu dengan kualitas Zidan, ia bawa modal bagus sebelum terjun di IJL, dari beberapa turnamen yang Garuda Junior ikuti aksinya selalu ciamik," tambah Dodi.

23022019-indonesia-muda-utara-vs-garuda-junior-tangerang



Di kalangan pemain Garuda Junior, Zidan sendiri punya panggilan akrab yakni Ambon. Bisa jadi hal tersebut bermula dari wajah garang kiper bernomor punggung 69 tersebut.

Beberapa kali Ambon juga jadi "sasaran tembak" komentator IJL. Penyelamatannya di atas lapangan berbanding lurus dengan banyaknya senyum yang ia lepaskan.

Kerap memancing tawa. Tak sulit untuk membuat Ambon tersenyum, ajak dirinya wefie saja sudah cukup.

"Anak ini punya kepercayaan diri yang tinggi, agak sedikit narsis tapi sebenarnya dia sangat religius sekali," ungkap Dodi seraya tertawa lebar.



"Setiap main di IJL, hal pertama yang dia tanyakan ke pelatih selepas pertandingan usai adalah apakah foto dirinya muncul di website IJL. Pokoknya kalau ada Ambon, pemain Garuda Junior tidak pernah kehabisan tawa," tambah Dodi.



Kepercayaan diri itu pula yang digunakan Dodi untuk terus memacu potensi anak asuh. Seperti diketahui saat ini Garuda Junior sudah punya dua penjaga gawang, berbeda seperti di awal-awal kompetisi. Kini tak ada garansi pemain inti untuk Ambon.

Jelas, Ambon harus lebih pintar-pintar mencuri hati Dodi. Rajin-rajin mengajak sang pelatih wefie? Bisa dicoba.

"Zidan mempunyai kepercayaan tinggi, tapi soal ketenangan ada Dharma Adi Kusuma," ujar Dodi.

09032019-garuda-junior-tangerang-vs-satria-muda-fa

"Zidan selalu ingin main inti tapi saya juga tidak boleh egois dalam memilih penjaga gawang, ada cara sendiri dalam memilih siapa yang layak jadi line-up," tutup Dodi.

24032019-special-shot-b

  • Tags