Ngopi-ngopi Cantik ala D'Joe FC

by admin on 3 months ago




IJL.Com- Bagi IJLover's sekaligus pecinta kopi, nama D'Joe memang sudah tidak terdengar asing di telinga. Ngopi-ngopi bukan sekadar basa-basi, mantap betul.

Tim-tim debutan di gelaran Indonesia Junior League sudah mulai berani unjuk gigi. Salah satunya adalah D'Joe FC, kontestan asal Jakarta Selatan.

Meski baru seumur jagung, D'Joe FC tidak ragu meramaikan tabel papan atas klasemen. Seperti ada bentuk penegasan kalau mereka memang ogah cuma numpang lewat.

Nama D'Joe sendiri diambil dari produsen dan distributor kopi berskala megah yang punya pabrik di Kalimantan Barat. Cita rasanya bahkan sudah ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Usia kami memang baru seumur jagung, baru berdiri pada 29 September 2018," ujar Wida Dachlan, founder D'Joe FC.



"Kalau IJLover's pastinya tidak asing lagi dengan nama kami ya sejak IJL musim 2018 di Lapangan Puspiptek lalu, sempat buka stand," ujar Wida seraya tersenyum.





Keberanian D'Joe FC turun di gelaran Indonesia Junior League memang tidak lepas dari campur tangan Wida. Berawal dari ngopi-ngopi bareng berbuah ide kreatif. 

"D'Joe FC memang masih baru tapi orang-orang di belakangnya (manajemen) sudah berkecimpung dan aktif dalam mensupport anak-anak di level sepak bola usia dini sejak tiga tahun belakangan," ujar Wida.



"Berawal dari suka ngopi bareng sambil nunggu anak latihan dan turnamen, seketika pada saat itu kami sering bercengkerama hingga sepakat membentuk suatu wadah untuk menampung anak-anak yang mempunyai bakat atau hobi dalam dunia sepak bola," tutur Wida.



Filosofi kopi sebagai bentuk nikmatnya sebuah kebersamaan juga jadi pegangan D'Joe FC dalam mengarungi derasnya lika-liku sepak bola usia dini. Subsidi silang demi merajut mimpi calon aktor rumput hijau Tanah Air tidak lupa digalakkan.

"Perlu digaris bawahi juga bahwa Djoe FC adalah wadah yang kami bentuk dari sekumpulan orangtua dengan persamaan visi dan misi, untuk namanya sendiri memang diambil dari Kopi D'Joe tapi manajemen dan pendanaan terpisah dari perusahaan kopinya," jelas wanita berusia 43 tahun tersebut.



"Disini juga ada subsidi silang, untuk anak yang tidak mampu kami berikan dispensasi dalam hal dana. SSB non-profit pula," sambungnya lagi.





Dalam kesehariannya selain sebagai ibu rumah tangga, Wida sendiri adalah sales manager D'Joe Coffee Roaster. Praktis, jangan ragu untuk sekadar bercengkrama dengannya sambil menikmati hangatnya secangkir kopi.

Racikan biji kopi terbaik Nusantara, Wida sudah hafal luar kepala. Dari Mandailing, Sidikalang hingga Lampung. Wow, begitu nikmatnya.

"Dalam sehari saya paling ngopi dua kali. Saat brunch dan sore, ya sambil ngemil-ngemil santailah tapi harus racikan D'Joe ya karena saya punya asam lambung jadi musti pilih-pilih kopi," ujar Wida sembari melempar senyum.

"Tapi kalau lagi ngumpul-ngumpul bisa habis tiga gelas, paling nikmat kalau ditemani gorengan atau kue kering. Kalau ga ngopi seperti ada yang hilang, seperti pergi ga bawa handphone," tambah penikmat cappucino dan latte tersebut.



Kenikmatan Wida menikmati segelas kopi mungkin hanya bisa ditandingi saat melihat anaknya bersimbah peluh keringat di atas rumput hijau. Kebetulan sang buah hati, Adhiwisnu Nalendra adalah penggawa D'Joe FC U-11.

"Anak saya kalem, kalau kata pelatihnya Andra ini terlalu baik sampai sama lawan pun juga tidak mau terlalu keras," ujar Wida.



"Kalau ibunya tergantung suasana, bisa heboh bisa kalem. Tapi kalau sudah di pinggir lapangan saya jujur deh ga bisa diam, pasti heboh, ya namanya juga soccer mom," ujar Wida seraya tertawa lebar.





"Sampai sekarang masih terbayang waktu Andra bikin gol di pekan pertama lalu ke gawang FIFA Farmel," tambah Wida.



Sama seperti Wida, Andra juga ketularan doyan ngopi. Lagi-lagi filosofi kopi sebagai bentuk kebersamaan memang bukan sekadar isapan jempol.

"Andra suka cappuccino dan latte sama seperti ibunya, bukan hanya Andra, teman-temannya di D'Joe FC seperti Aryabima, Davin, Rafif, Azzam, Ali Yusuf juga suka ngopi," terang Wida.

"Kalau lagi ngumpul-ngumpul, orangtuanya sibuk bikin kopi pasti anak-anak ikut minta. Tapi tentu kopi susu ya," sambung Wida lagi.

310320019-opening-ceremony-indonesia-junior-league-2019

Di IJL 2019, D'Joe FC langsung mengirimkan timnya pada dua kategori (U-9 dan U-11). Menarik ditunggu hingga akhir kompetisi, seberapa kuat aroma wangi racikan kopi di atas rumput hijau.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi juga untuk bapak Rezza Mahaputra Lubis, founder dan CEO IJL. Terus terang kompetisi ini mempunyai atmosfer yang berbeda dan sangat berkelas dalam artian positif, profesional sekali," tandas Wida.

[310320019] OPENING CEREMONY INDONESIA JUNIOR LEAGUE 2019

  • Tags