Pembuktian Manis Tajimalela FA

by admin on 6 months ago




IJL.Com- Tampil tanpa tiga pemain andalannya tidak membuat Tajimalela FA linglung. Gol tunggal Ismu Husain Pramudo ibarat sebuah pembuktian manis.

Kejutan menarik terjadi di tubuh Tajimalela saat berhadapan dengan Pro: Direct Academy (PDA) pada laga pekan ke-15 IJL Mayapada U-13 Grup Phenomenon. Dalam daftar susunan pemain, tidak tertera nama tiga organ penting andalan mereka seperti Yoga Aji Saputra, Sastra Brahman juga Aidil Aji Nur Ilham.

Di laga-laga sebelumnya, peran ketiganya memang terasa begitu sangat sentral. Yoga seperti diketahui adalah jenderal lini belakang Tajimalela, bergeser ke sektor tengah maka sudah jadi poros Sastra-Ilham.

Meski demikian, sebuah pembuktian manis berhasil dicatatkan tim yang bermarkas di Rawalumbu, Bekasi tersebut. Skor tipis sudah cukup sebagai penanda kemenangan.

"Dari segi permainan, kelihatan memang tidak adanya tiga pemain tersebut di atas lapangan. Tapi Alhamdulillah mampu kami lewati juga," buka pelatih Tajimalela, Muhammad Martin.



"Setidaknya ada sebuah pembuktian kalau Tajimalela bukan tim yang bergantung pada satu-dua pemain meski saya akui masih banyak sekali yang harus diperbaiki pasca laga melawan PDA ini," jelas Martin lagi.





Martin memang menegaskan tidak ada istilah pemain bintang di tim Tajimalela. Semua anak ia pacu untuk berlomba-lomba merebut hati pelatih.

"Saya selalu menegaskan ke mereka tidak ada zona nyaman di Tajimalela. Pertandingan tiap pertandingan di IJL akan semakin berat, jangan cepat terlena. Apa kuncinya kalau bukan diawali dari proses latihan tim," sambung Martin seraya tersenyum.





Satu sosok yang mampu menarik perhatian Martin tidak lain adalah sang pahlawan kemenangan, Ismu Husain Pramudo. Gol pemain bernomor punggung 17 itu nyatanya sempat mengejutkan mata sang pelatih.

Lebih daripada itu, tugas menambal kebocoran yang ditinggalkan Ilham-Sastra mampu ditutupi Ismu dengan cukup baik. Jembatan antara lini tengah dan depan, begitulah cara kerja pemain berpostur tegap tersebut.

"Jujur saya cukup kaget saat Ismu memutuskan untuk melepaskan tembakan langsung, tidak terlalu keras namun memang tepat sasaran. Agak sedikit berbau keberuntungan memang gol tersebut," ujar Martin seraya tersenyum lepas.

"Sekali lagi, tidak ada zona nyaman di Tajimalela. Melawan PDA, Ismu bisa ambil proses itu," sambung Martin.



Di sisi lain, Martin sendiri memang mengakui tidak mudah bagi timnya menyudahi perlawanan PDA. Tak heran acungan jempol ia berikan untuk Galang Andrian dan kawan-kawan.

"Tim yang benar-benar tidak bisa diremehkan. Saya catat ada banyak peluang emas dari mereka, untung belum bisa berbuah manis untuk PDA. Jika saja mereka bisa bikin gol penyama kedudukan maka saya rasa akan lain jalan ceritanya," tandas Martin.




  • Tags