Sadari Kekuatan ASIOP, BMIFA Lebih Senang Jadi Kuda Hitam




IJL.Com- Duel sarat gengsi siap tersaji di pekan kedua IJL Mayapada U-13 Grup Sensation. Raksasa Ibu Kota, ASIOP Apacinti akan ditantang jagoan Tangerang, BMIFA.

Panasnya persaingan Grup Sensation akan dimulai akhir pekan nanti, Minggu (21/10) di Stadion Mini Cisauk. Salah satu laga yang diprediksi akan paling banyak mendapat perhatian adalah duel ASIOP versus BMIFA.

Nama besar yang dipegang dua kesebelasan membuat duel ini disebut-sebut penuh sarat gengsi sampai dilabeli partai big-match. Sebagai tim unggulan di Grup Sensation, baik ASIOP dan juga BMIFA tentunya tidak mau tersandung di pekan-pekan awal.

"Alhamdulillah, persiapan kami sangat lancar untuk laga perdana besok," buka pelatih ASIOP, Yayat Supriyatna.

"Kami akan turun dengan kekuatan penuh," sambung juru taktik Mutiara dari Senayan tersebut.





Bicara soal target, Yayat ogah terlalu muluk-muluk. Namun ia memang mengatakan pentingnya hasil positif di laga perdana dalam mengarungi sebuah kompetisi.

Fokus sebelum dan selama pertandingan berjalan disebut Yayat akan jadi salah satu kunci penting jika ingin pulang dengan kepala tegak. Dirinya juga tidak menampik label partai big-match yang sudah terlanjur disematkan. 

Karena itu ia meyakini laga kontra BMIFA akan ketat sampai peluit akhir. Tidak hanya soal skill-teknik, perang mental akan jadi sajian menarik di atas lapangan.

"Target kami selalu bermain baik dalam setiap pertandingan. Ini duel antara dua SSB besar, pasti ada persiapan yang sudah dilakukan masing-masing tim," jelas Yayat.

"Laga perdana selalu jadi kunci untuk ke pertandingan berikutnya, ini sangat penting. Mental dan motivasi biasanya jadi pembeda. ASIOP sudah siap dengan itu semua," tegas Yayat.



Sementara BMIFA datang dengan kondisi yang agak jauh berbeda. Sang pelatih, Mukti mengakui kondisi anak asuhnya belum terlalu maksimal.

"Kondisi anak-anak sampai sekarang 50:50, ada yang bagus tapi ada juga masih belum siap betul. Banyak yang baru gabung latihan karena terbentur padatnya jadwal sekolah, rata-rata mereka habis selesai UTS," buka Mukti.

"Saya akui kami masih banyak kekurangan untuk pertandingan besok," jelasnya lagi.



Namun Mukti menegaskan BMIFA tidak mau buru-buru mengibarkan bendera putih. Di satu sisi ia memang sangat paham betul lawan yang dihadapi bukanlah tim kacangan.

Karena itu, BMIFA lebih nyaman dengan status kuda hitam saat laga partai big match nanti. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah kejutan menghiasi papan skor.

Ya, Mukti memang selalu meyakini falsafah bola itu bundar. Prediksi boleh tidak henti terus bermunculan, namun drama 2x25 menit bisa saja membuat hitungan di atas kertas meleset dari sasaran.

"ASIOP tim yang penuh talenta dan saya yakin persiapan mereka jauh lebih baik dari kami. Tentunya ini menjadi pertandingan yang berat buat BMIFA, tetapi kita tidak mau menyerah sampai peluit akhir benar-benar dibunyikan," tegas Mukti.



"Rasanya kami lebih nyaman datang dengan status kuda hitam. Tapi kita tetap harus yakin kalau di level anak-anak semua kemungkinan bisa terjadi. Kalah atau menang sulit dipastikan. Yang penting kita tetap mempersiapkan tim semaksimal mungkin apapun kondisinya," tutup pemegang lisensi kepelatihan C AFC tersebut.



  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa