Satria Muda Tertawa untuk Bangkit

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Menelan tujuh kali kekalahan beruntun tentunya bukan jadi impian anak-anak Satria Muda. Akhir pekan ini, saatnya tinggalkan pos juru kunci.

Satria Muda masih tergopoh-gopoh di tengah kerasnya badai persaingan IJL U-11. Dari tujuh laga yang sudah dilakoni, anak asuh Johan Edi Sartono terpaksa menelan tujuh kekalahan beruntun.

Praktis saat ini Satria Muda masih terjerembab di dasar klasemen Grup Phenomenon. Tak ayal, banyak pelajaran dipetik Johan.

"Saya sangat belajar dari setiap pertandingan kalau mau hasil optimal intinya memang butuh kerja keras, tim harus benar-benar solid dan tangguh. Namun memang pada intinya di IJL musim ini kami masih nothing to lose karena lebih fokus mengasah jam terbang dan cari pengalaman," ujar Johan.



Lini belakang diyakini Johan jadi sektor yang masih banyak kebocoran. Faktanya memang sudah ada 16 gol bersarang di tim asal Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang tersebut.

Bak mengurai benang kusut, namun Johan tidak mau tinggal diam. Pada satu sisi, ia juga tak segan berharap belas kasih dewi fortuna.

"Secara tim persiapan kami sudah amat siap untuk menatap laga selanjutnya, optimis dapat meraih kemenangan," tegas Johan.



"Di laga-laga sebelumnya kami sudah bermain cukup baik, namun dewi fortuna belum berpihak, banyak gol tercipta karena buah kesalahan sendiri. Namun Satria Muda tak terus larut dalam kekalahan, tertawa untuk bangkit dan berjuang, itu motto yang saya tanamkan ke anak-anak," tegas Johan.





Perjalanan memang belum sampai setengah jalan, Johan dan anak-anak asuhnya tak mau cepat-cepat "balik kanan". Kibarkan bendera putih jelas tidak ada dalam kamus mereka.

"Tidak trik khusus untuk merawat motivasi anak-anak, tapi saya selalu berusaha membuat mereka tertawa dan percaya diri lagi untuk bermain," ujar Johan.



"Saya tidak pernah merasa tertekan dengan kekalahan beruntun, anak- sudah berusaha maksimal memainkan apa yang pelatih inginkan," sambung Johan seraya tersenyum lebar.






  • Tags