Tajimalela Sudah Lama Menunggu Cipta Cendikia

by admin on 4 months ago




IJL.Com- Genderang kick-off fase knock-out 16 Besar IJL U-13 sudah terdengar nyaring suaranya sampai ke Batalyon Infanteri Mekanis 202  Rawalumbu, markas Tajimalela FA. Kembalinya Aidil Aji Nur Ilham jadi amunisi berharga Panser Bekasi.

Partai lanjutan babak fase knock-out 16 Besar IJL U-13 akan kembali bergulir pada Sabtu akhir pekan ini. Dari empat laga sisa, salah satunya yakni pertandingan antara Tajimalela vs Cipta Cendikia.

Pelatih Tajimalela, Muhammad Martin menyebut persiapan anak-anak asuhnya terbilang sudah cukup matang. Mereka juga menjanjikan siap tampil dengan kekuatan penuh untuk menggempur Cipta Cendikia.

Kembalinya Aidil Aji Nur Ilham ibarat nafas segar untuk Panser Bekasi, julukan Tajimalela. Pemain yang disebut-sebut gaya permainannya mirip dengan Luka Modric tersebut memang bukan hanya seorang pengatur serangan handal namun juga pencetak gol ulung.

Jelas, poros gelandang Aidil Aji Nur Ilham-Sastra Brahman-Muhammad Misbah adalah senjata utama Panser Bekasi melumpuhkan sektor belakang Cipta Cendikia yang sejauh ini baru kebobolan tiga gol. Tapi jangan lupakan pula, potensi si kembar Ismu Husain dan Ibnu Hasan dan sampai Andika Eka dalam urusan memanfaatkan menit-menit krusial.

"Kami akan turun dengan kekuatan penuh apalagi Aidil Aji Nur Ilham selaku jenderal lapangan tengah sudah kembali pada performa terbaiknya setelah sempat absen di laga sebelumnya," ujar sang pelatih, Muhammad Martin.



"Motivasi anak-anak besar sekali untuk menorehkan sejarah manis, mereka paham betul IJL adalah arena kompetisi yang berkelas dan sarat gengsi," sambung Martin.



Di atas kertas, Cipta Cendikia memang bisa dibilang lebih diunggulkan daripada Tajimalela. Bicara statistik di penyisihan grup misalnya, Rafly Ikram Selang dan kawan-kawan punya catatan fantastis, 33 memasukkan dan hanya tiga kebobolan.

Meski demikian, Martin menegaskan aura fase knock-out 16 Besar akan jauh lebih terasa berbeda. Sarat gengsi, habis-habisan di atas lapangan adalah kunci yang sebenarnya.

"Sabtu esok adalah laga yg dinanti-nanti oleh pemain dan pelatih Tajimalela. Kami tidak ambil pusing soal siapapun lawannya, termasuk Cipta Cendikia," terang Martin.







"Alhamdulillah persiapan kami sudah cukup matang karena sekali lagi ini adalah pertandingan yang bergengsi dan kami tunggu-tunggu. Kebetulan di setiap jajaran lini, motivasi pemain sudah sangat menggebu-gebu," tegas Martin lagi.



Meski demikian, Martin tentunya tidak ingin optimisme anak asuhnya kebablasan hingga balik menjadi senjata makan tuan. Beberapa hari terakhir, dirinya pun terlihat jauh lebih sibuk membongkar kekuatan Cipta Cendikia lewat video rekaman pertandingan.

Poros tridente Cipta Cendikia sepertinya memang akan mendapat pengawalan ekstra ketat dari pasukan Tajimalela. Setidaknya Panser Bekasi bisa meniru cara All Star Galapuri yang sukses membuat Cipta Cendikia frustrasi dengan membuat barikade di sepertiga depan area kotak penalti, tanpa kompromi beres-beres lewat sapuan bersih.

"Menurut  saya semua lini Cipta Cendikia adalah pemain yang harus diwaspadai terutama sektor depan. Tapi kami sudah mempersiapkan untuk mengantisipasi serangan mereka," ujarnya.



"Saya berharap anak-anak bisa unggul, tipis-tipis saja tidak masalah," tandas Martin seraya tersenyum lebar.




  • Tags