Zaki Falih Riyono; Pelaut Ulung, Penunggang Badai


IJL.Com- Satria Muda patut berbangga mampu melahirkan penyerang sekelas Zaki Falih Riyono di tengah derasnya himpitan ombak badai persaingan IJL U-11. Laga perang bintang diyakini hanya batu loncatan.

Kita berlari dan teruskan bernyanyi. Kita buka lebar pelukan mentari. Bila ku terjatuh nanti, kau siap mengangkat aku lebih tinggi

Seperti pedih yang telah kita bagi. Layaknya luka yang telah terobati. Bila kita jatuh nanti, kita siap 'tuk melompat lebih tinggi

Nukilan lirik lagu berjudul "Melompat Lebih Tinggi" garapan band kenamaan Indonesia, Sheila on 7 nampaknya cukup untuk menggambarkan persona bomber Satria Muda, Zaki Falih Riyono. Derasnya ombak badai persaingan IJL U-11 sempat membuat Zaki terhuyung-huyung. Di awal kompetisi, nama Zaki memang bisa dibilang kurang berani muncul ke permukaan.

Walaupun demikian, pelaut yang ulung tidaklah lahir dari ombak yang tenang. Zaki memang ketinggalan start dibanding penyerang-penyerang lainnya sekelas Akmal Rusdiansyah, Adli Ari Saputra maupun Miroslav Fernando, namun justru disitulah titik kekuatan Zaki jauh lebih diuji.

Moncernya performa Zaki di depan gawang lawan pun berimbas pada performa Satria Muda. Selurus sejalan, tim asal Pasar Kemis itu pelan-pelan mampu meninggalkan lorong gelap.

Meski Satria Muda hanya sanggup berlaga sampai babak play-off Plate IJL U-11, sepak terjang Zaki memang terus menunjukkan perkembangan signifikan bahkan cenderung progresif. Terpenting, ada karakteristik pembeda dibawa penyerang dengan nafas kuda tersebut.

Catatan gemilang yang ditorehkan Zaki pun mendapat ganjaran setimpal. Tiket IJL All Stars U-11 Grup Phenomenon untuk mencicipi laga perang bintang yang akan berlangsung Minggu (1/12) dikantonginya. Arena terbaik sang bomber untuk unjuk gigi lagi.

Pelatih Satria Muda, Johan Edi Sartono nampak girang bukan kepalang saat melihat nama Zaki ada dalam barisan gerbong pemain IJL All Stars. Bukan hanya itu, ada doa tersirat dihembuskan sang juru taktik.

"Alhamdulillah, Zaki memang pantas mendapatkan panggilan untuk berlaga di ajang IJL All Stars," ujar Johan.

"Zaki pantas karena secara fisik dan postur, ia punya modal yang sangat ideal. Daya juang bermain tinggi sekali, skill individu di atas rata-rata anak seusianya, bagi saya dia seperti Marcus Rashford," sambung Johan.

"Semoga Zaki juga dapat menembus IJL Elite karena itu adalah harapan keluarga besar Satria Muda FA," tambah Johan lagi seraya tersenyum lebar.

Ya, Johan meyakini atmosfer laga perang bintang tidak akan membuat Zaki cepat puas. Mimpi untuk terus menunggang badai tetap tinggi, tujuannya jelas dengan berseragam IJL Elite.

"Saya yakin akan kemampuan Zaki, jika Allah SWT memberi rezeki untuk Zaki ya itu adalah bermain di IJL Elite," tegas Johan.

"Orangtua anak didik di Satria Muda selalu memberikan semangat dan dukungan tanpa henti untuk Zaki. Panggilan IJL All Stars berlanjut ke IJL Elite untuk Zaki adalah doa bersama keluarga besar Satria Muda," tandas Johan.

IJL All Stars Grup Phenomenon akan mengawali latihan sekaligus sesi pengenalan tim pada Minggu (24/11) mulai pukul 08.30 WIB di Lapangan Nirwana Park Sawangan. Bersama 26 pemain lainnya, Zaki akan ditempa eks pemain Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Warsidi Ardi.

  • Tags