Azka Ghaisan Buka-bukaan Soal Air Mata dan Valdo Putra Pratama

by admin on 1 month ago


IJL.Com- Air mata yang begitu deras membasahi wajah Azka Ghaisan Prayogi sudah mulai mengering. Ada suka, ada duka, ada banyak cerita.

FIFA Farmel harus rela mengakui keunggulan Pelita Jaya Soccer School pada laga akbar bertajuk Final Champions IJL U-9 musim 2019 yang berlangsung Minggu (1/12). Lewat drama babak perpanjangan waktu, tim asuhan Djoko Suprianto tersebut menyerah dengan skor tipis 0-1 melalui gol emas Valdo Putra Pratama.

Ada suka, ada duka, ya begitulah ujung keniscayaan partai final. Di balik gemerlap kegembiraan anak-anak Pelita, terhampar pula lautan air mata dari wajah penggawa FIFA Farmel.

Tak pelak, tangis itu meledak begitu wasit meniupkan peluit panjang. Pemain andalan FIFA Farmel, Azka Ghaisan Prayogi sampai harus dipapah ke luar lapangan. Mengharukan.

Azka memang sudah begitu tampil luar biasa di partai final. Pantas rasanya sebelum laga puncak dimulai, seorang Dede Firmansyah (pelatih Pelita Jaya) begitu menaruh perhatian penuh pada pemilik nomor punggung 22 tersebut.

Satu pekan lebih sudah berjalan, Azka mulai berani blak-blakan soal air mata yang begitu deras membasahi wajahnya. Ada rasa terpendam, tak bisa ditutup-tutupi.

"Sekarang sudah ga sedih lagi, yang kemarin saya jadikan pelajaran. Yakin bisa menang, tapi belum ada rezeki," ujar Azka seraya tersenyum.

"Laga melawan Pelita kemarin jadi pertandingan paling melelahkan yang pernah saya jalani. Mungkin karena final jadi lebih tegang apalagi yang nonton ramai sekali," tambah Azka.

Salah satu diantara ribuan pasang mata tersebut ternyata adalah "tamu istimewa" bagi Azka. Ya, tak lain tak bukan dia adalah sang kakek.

Bak seorang komentator handal, kakek Azka begitu jeli menganalisa performa cucu kesayangannya. Ada pesan berbalut nasehat berkelas dihaturkan.

"Kakek sengaja datang untuk partai final, jauh-jauh dari Padang," ungkap Azka.


"Kata kakek saya harus lebih tenang kalau kembali menjalani partai final, jangan terlalu tegang, harus pintar redam emosi," tutur Azka.

"Kakek bilang permainan saya saat di laga IJL All Stars jauh lebih baik, itu kuncinya kalau main lebih tenang," sambung Azka lagi seraya tersenyum.


Ya, meski harus kehilangan mahkota juara di depan mata, atmosfer laga perang bintang IJL musim 2019 sudah menjadi obat pelipur lara untuk Azka. Apalagi saat itu, skuat Phenomenon ia bawa unggul dengan skor dua gol tanpa balas atas armada Sensation.

Yang tidak kalah menggembirakan tentunya momen Azka dan Valdo Putra Pratama bisa bahu membahu dengan seragam kebanggaan yang sama. Dari lawan jadi kawan, klop serasi betul!

Bukan cerita baru memang sepanjang enam bulan kompetisi IJL U-9 musim 2019 bergulir, Valdo dan Azka kerap mondar-mandir dalam rilisan pemain terbaik tiap pekannya. Bersaing ketat dengan aroma sehat, berlomba untuk jauh lebih kuat.

Puncaknya ya jelas di partai Final Champions saat keduanya kembali bertemu. Dan paragraf terakhir ditutup dengan manis di bawah bendera IJL All Stars.

"Oh iya pasti senang bisa satu tim dengan Valdo. Sekarang malah hampir tiap hari mabar (main bareng) game online namanya Free Fire sama Valdo," ujar Azka.

"Sama seperti di IJL All Stars, kalau main Free Fire, saya dan Valdo jadi satu tim," tandas Azka tak kuasa menahan tawa.


  • Tags