Brazilian Soccer School Tepis Anggapan Marley-sentris

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Kontribusi Marley Muhammad Katsor sebagai pencetak gol ulung Brazilian Soccer School memang masih belum bisa terbantahkan. Namun "Goyang Samba" bukan cuma milik Marley seorang.

Brazilian Soccer School menutup partai terakhir babak penyisihan Grup Phenomenon dengan hasil memuaskan. Skor 2-1 atas SS Gagak Rimang dan hasil kacamata kontra Stoni Indonesia sudah cukup membuat sang juru taktik, Diego Guiliano Tobing tersenyum puas.

Di laga kontra SS Gagak Rimang, Brazilian sempat kecolongan gol terlebih dahulu. Namun pada akhirnya mereka mampu pulang dengan kepala tegak usai memanfaatkan pusaran drama menit-menit penghujung laga.

"Hasil itu merupakan buah kerja keras anak-anak saat latihan. Saya puas dengan kemenangan yang sudah diraih, saya dibuat bangga oleh mereka semua. Dengan komitmen yang baik maka tidak akan menipu hasil," ujar Diego.



"Ini harus dipertahankan untuk mendapatkan hasil yang baik terus ke depannya karena ini masih proses pembinaaan grassroot," tambah Diego.





Sama seperti di laga-laga sebelumnya, sosok Marley Muhammad Katsor kembali menjadi pembeda di skuat Brazilian. Goyang samba pemain bernomor punggung lima itu ditutup dengan aksi cemerlang lewat skema bola-bola mati nan aduhai.

Tidak dapat dipungkiri memang kontribusi besar Marley untuk skuat Brazilian. Meski demikian, Diego buru-buru menepis adanya anggapan tim asuhannya terlalu Marley-sentris.

"Marley dan Faqih (kiper) menjadi pahlawan dalam pertandingan kemarin. Tapi tanpa kerja sama tim maka akan sulit bagi Marley untuk mencetak gol. Secara garis besar, Azka kapten Brazilian juga punya kontribusi mengatur pola permainan sehingga dukungan dari segala lini dapat ia topang," jelas Diego.



"Brazilian bukan Marley-sentris. Saya tidak akan memberi tugas yang berat kepada Marley untuk bertanggung jawab mencetak gol. Hal tersebut juga berkenaan dengan taktik kami yang harus punya variasi tiap pekannya agar tidak mudah tertebak tim lawan," tandas Diego.



Meski gagal mengantongi tiket fase champions 16 Besar, sepak terjang Brazilian di kancah IJL U-11 tidak akan berhenti begitu saja. Seperti diketahui sudah ada ajang plate cup menunggu pembuktian kalau bukan hanya Marley yang mampu bergoyang samba.



  • Tags