Dampak "Persija Effect" untuk Stoni Indonesia

by admin on 1 year ago




IJL.Com- Kedatangan Maulana Imron Dwi Putra membawa tuah berarti untuk anak-anak Stoni Indonesia. Ibarat sebuah jimat, Persija Jakarta effect kian memudah kinerja sang juru taktik.

Akhirnya, aroma poin tiga mampu dibawa pulang anak-anak Stoni Indonesia. Di pekan kedelapan IJL Mayapada U-13 Grup Sensation (9/12), tim asal Bantargebang, Bekasi itu sukses menaklukkan All Star Galapuri lewat sebuah laga ketat dengan skor 2-0.

Penampilan Stoni memang sangat berbeda 180 derajat dibandingkan tiga laga sebelumnya. Antar lini dari belakang sampai depan tampil begitu apik, terlihat ada rasa percaya diri meningkat drastis dari tiap individu pemain.

Kehadiran sang juru taktik yakni Maulana Imron Dwi Putra disebut-sebut pegang peranan penting. Di pertandingan-pertandingan sebelumnya ia memang terpaksa absen hingga tongkat estafet kepelatihan sempat diberikan ke sang kolega, Rone Patarja yang notabene adalah pelatih kiper.

Debut manis ditorehkan Maulana. Praktis, senyum lepas menghembang tak henti seusai  laga.

"Ya ini pertama kali saya mendampingi tim di IJL. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada coaching staff yang sudah bekerja keras selama proses latihan dan saat pertandingan untuk mempersiapkan tim ini terutama Coach Rone, Coach Candra dan official tim selama mendampingi anak-anak di laga sebelumnya," ujar Maulana.





"Saya rasa IJL ini atmosfernya hampir sama dengan liga profesional di Indonesia, cuma ini versi usia mudanya ya. Semua tim dan pemain berusaha menampilkan permainan terbaiknya pada setiap laga, itulah yang membuat IJL semakin kompetitif," ucap pria asli Bekasi tersebut.


Di atas lapangan, Maulana sendiri mengakui tidak mudah bagi anak asuhnya menekuk All Star Galapuri. Beruntung gol cepat sang kapten, Hamdany Yahya jadi titik balik.

"Di lima menit awal anak-anak sempat tertekan belum bisa mengembangkan permainan. Perlahan tapi pasti ketika mendapatkan bola kami langsung menggebrak ke area jantung pertahanan Galapuri. Lini belakang mereka ternyata masih belum siap menghadapi tekanan, terbukti pemain-pemain winger kami bisa merangsek masuk ke area kotak penalti lawan hingga lawan melakukan pelanggaran-pelanggaran sendiri," beber Maulana.





"Dan itu makin terbukti menguntungkan kami dengan tendangan bebas berkelas Hamdany di depan kotak penalti," ujarnya seraya tersenyum lebar.



Kredit tambahan juga layak diberikan untuk Maulana. Bagaimana tidak, hanya bermodal 14 pemain namun determinasi Stoni sepanjang 2x25 menit jalannya laga mampu ia jaga di tengah derasnya serangan All Star Galapuri pada babak kedua.

Gol spektakuler Audy Laksono di menit ke-43 benar-benar jadi bukti paling sahih. Begitu membuat terkejut anak-anak All Star Galapuri yang sedang keasikan menyerang demi mengejar ketertinggalan.



Usut punya usut, ada rahasia di balik itu semua. Ya, laga akbar Persija Jakarta kontra Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno jadi sebabnya.

Memang, meski bukan tim asal Ibu Kota, dampak Persija effect begitu mengena untuk anak-anak Stoni Indonesia. Bukannya tanpa sebab pula karena di skuat Macan Kemayoran bercokol nama pemain asal Bekasi salah satunya yakni Maman Abdurahman.

"Sebenarnya ada suatu rahasia sebelum pertandingan, saya sempat menjajikan pemain untuk menonton laga penentuan juara Liga 1 antara Persija vs Mitra Kukar di GBK," ungkap Maulana.



"Terbukti banyak pemain mengaku merasa enjoy saat pertandingan. Mungkin juga karena Persija effect, mereka bisa main baik dan meraih kemenangan di pertandingan kali ini. Anak-anak merasa hari Minggu kemarin itu sangat senang bisa meraih kemenangan dilanjutkan dengan merayakan euforia juara bersama Macan Kemayoran di GBK," tambahnya kembali tersenyum.







Stoni sendiri saat ini masih ada di peringkat ke-10 klasemen sementara Grup Sensation. Masih ada banyak waktu bagi mereka untuk terus menjaga asa demi lolos ke babak 16 Besar.

"Saya rasa semua tim memiliki peluang untuk saling mengalahkan di Grup Sensation ini apalagi kompetisi baru memasuki pekan keempat. Semuanya masih bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin di setiap laga. Pimpinan klasemen bisa saja dibuat kesulitan oleh tim papan tengah atau papan bawah, itu yang membuat liga ini semakin kompetitif di setiap pekannya," tegas Maulana.











  • Tags