Danson Quinlan: Bagai Tertimpa Durian Runtuh




IJL.Com- Bek andalan BMIFA U-9, Danson Quinlan nampaknya belum bisa cepat move-on dari hingar bingar perhelatan IJL All Star. Dianugerahi nomor punggung empat jadi alasan kuat.

Perhelatan IJL All Star 2020/2021 presented by Zenith Apparel nampaknya banyak melahirkan kesan mendalam dalam diri barisan pemain terpilih. Bukan soal menang atau kalah yang dicari, rasa bangga sekaligus haru berkacamuk dalam dada.

Seperti yang tengah dirasakan bek andalan sekaligus kapten BMIFA U-9, Danson Quinlan. Dua hari berlalu, euforia masih terasa di puncak.

Jenderal lini belakang yang kerap bermain tanpa kompromi tersebut belum bisa cepat-cepat move-on. Bukan tanpa sebab, jerih lelah menerjang badai deras arus kompetisi terbayar tunai.

"Saya sangat bangga bisa mengharumkan nama keluarga BMIFA di kompetisi IJL dan makin semangat demi masa depan sepak bola Indonesia. Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar perjalanan saya selalu beruntung. Papa ikut meyakinkan kalau mau jadi yang terbaik syaratnya harus selalu fokus dan mau kerja lebih keras," ujar Danson.



"Saat dipanggil naik ke podium IJL All Star kemarin makin bahagia rasanya. Seperti pemain bintang dunia saja," tambah Danson seraya tersenyum malu.



Senyum Danson makin semringah merekah. Pasalnya, ia bagai tertimpa durian runtuh begitu membuka jersey dan melihat ada nomor punggung empat tersemat.

"Kaget sekali rasanya. Saya tanya ke papa, kenapa kebetulan sekali dapat nomor punggung empat karena di BMIFA biasa pakai angka delapan," ungkap Danson.



"Seperti merasa berjodoh karena saya sangat mengidolakan Sergio Ramos. Seorang bek yang selalu bermain tanpa rasa takut," seru Danson.



Laga IJL All Star U-9 antara Phenomenon versus Sensation yang diperkuat Danson berakhir imbang sama kuat 0-0. 3x15 menit, benteng pertahanan kedua belah tim sama-sama sukar untuk dilucuti.

Selidik punya selidik, jersey IJL All Star yang diproduksi Zenith Apparel bakal dirawat Danson seperti layaknya barang berharga. Dipakai sekali seumur hidup, dikenang beribu kali dalam memori.

"Saat lihat jersey IJL All Star ada rasa sedih, bahagia campur bangga. Kata papa, nanti jerseynya mau dimasukkan ke akuarium kaca supaya bisa dipajang," tandas Danson.




  • Tags