Determinasi Kelas Wahid

by admin on 4 months ago




IJL.Com- Poros lima gelandang penuh determinasi mengisi deretan pemain terbaik pekan ke-17 IJL U-13 Grup Phenomenon. Gigih di sektor belakang, tajam mengoyak jala gawang.



Kiper: 


Aidil Akbar (Laskar Pelangi Soccer)

Aidil kembali lagi pada performa terbaiknya, penempatan posisi menangkap bola-bola udara ditonjolkan. Jeli dalam mengatur pagar hidup adalah salah satu kelebihan penjaga gawang bernomor punggung 33 tersebut, salah satu bukti tingkat intelegensi Aidil. Ada dua penyelamatan krusial dibukukan Aidil, salah satunya saat duel satu lawan satu dengan pemain Abstrax FA.




Bek: 


M Rafi (M'Private Soccer School)

Pemain yang paling konsisten di skuat M'Private Soccer School. Soal reading the game sebagai seorang bek, Rafi jadi salah satu yang terbaik di Grup Phenomenon, penempatannya sebagai pemegang tongkat komando lini belakang sangat tenang dan terbilang elegan. Jarang melakukan pelanggaran, disiplin dan cepat ambil keputusan adalah kunci Rafi bisa tampil menawan.




Haekal Pascal (Pro: Direct Academy)

Bek yang paling rajin melakukan slidding-tackle untuk memutus serangan tim lawan, bersih tanpa meninggalkan sedikit noda, tiga diantaranya sangat krusial. Nyawa berharga di lini belakang Pro: Direct Academy, batu ganjalan paling besar untuk Villa 2000. Pascal unggul saat duel satu lawan satu, gerakan kakinya mencuri bola begitu cekatan, intersep kelas atas.



Goesty Raka Pratama (Indonesia Rising Star)

Jenderal lini belakang Indonesia Rising Star, bermain tanpa kompromi, keras lugas dan cukup efektif menjatuhkan mental pemain lawan. Endurance Goesty punya nilai mahal untuk skuat IRS, tiap jengkal lapangan ia sapu bersih, sapuan bolanya selalu tepat pada sasaran. Goesty juga dibekali tendangan yang sangat keras dan akurat, senjata tambahan di atas lapangan.




Gelandang: 


M Fadhil Fakhruddin (Serpong Jaya)

Pemain multifungsi yang kembali tebar pesona di sayap kiri Serpong Jaya, cetak satu gol dan satu assist jadi bukti betapa besarnya kontribusi Fadhil. Transisi permainan Fadhil semakin punya pengaruh krusial untuk skuat Black Panther, menyerang dan bertahan sama-sama baiknya, minim celah saat laga kontra Tajimalela FA. Hantu bola mati, kejelian Fadhil mencuri posisi di dalam area kotak penalti belum bisa terbantahkan.

MUHAMMAD FADHIL FAKHRUDDIN


Markus Narko (Garec's)

Militan, adalah satu kata yang tepat untuk menggambarkan sepak terjang Markus di lini tengah Garec's, keseimbangannya terjaga sepanjang jalannya laga. Bicara kontribusi, Markus adalah orang pertama yang memutus alur serangan lawan, kemanapun bola bergulir, maka disitu Markus hadir. Etos kerja  Markus juga memudahkan sang kolega, Dzuhri Rayyan ambil kendali serangan.

MARKUS NARKO PARSAORAN PASARIBU


M Zulfan (Villa 2000)

Pemain Villa 2000 yang paling membuat barisan Pro: Direct Academy kelabakan, berulangkali lewat sepakan kaki kirinya, Zulfan tebar ancaman. Gaya Zulfan menggiring bola termasuk salah satu yang terbaik di kelasnya, benar-benar tipe pemain dengan nomor punggung 10. Sentuhan pertama Zulfan jadi titik awal serangan Black Orange, karakteristiknya cukup menyita mata penonton.




Ubaydillah (Garuda Junior)

Ubay semakin menunjukkan tajinya sebagai "Gattuso dari Garuda Junior", fisik yang prima membuat pemain bernomor punggung 81 itu jadi fenomena saat laga kontra Indonesia Muda Utara. Cetak satu gol spektakuler jadi bukti semakin progresifnya Ubay di atas lapangan. Salah satu defensive midfield berkepala dingin, sangat tenang meski harus banyak melakukan kontak fisik.

UBAYDILLAH


Ilham Sidiq (Satria Muda FA)

Meski belum bisa menghindarkan timnya dari kekalahan, sepak terjang Ilham Sidiq sudah membuat barisan pertahanan M'Private Soccer School jatuh-bangun. Jika sedang dalam keadaan on-fire, kecepatan sekaligus crossing Ilham memang cukup mematikan, manuvernya sangat tajam. Pergerakan tanpa bola Ilham juga tak kalah jadi perhatian, tak jarang berimbas positif untuk rekan-rekan setimnya merancang serangan.

ILHAM SIDIQ FERDYANSAH


Penyerang: 


Alief Apikri (Indonesia Rising Star)

Hattrick ke gawang Ragunan Soccer School, dua gol diantaranya Alief ciptakan dengan gaya kelas wahid termasuk lewat sundulan kepala. Cara Alief lepas dari kawalan pemain lawan sudah mengundang decak kagum, licin ulet benar-benar tipe striker haus gol. Stamina Alief juga terbilang prima, keseimbangan tetap terjaga di balik keunggulannya melakukan akselerasi cepat.




Randi Ilham (Serpong Jaya)

Randi kembali, finishing Serpong Jaya tajam lagi. Karakter Randi memang berbeda dengan striker kebanyakan, postur jangkung tidak membuat dirinya malas bergerak, tipe poacher (pemantul bola) yang punya tingkat intelegensi tinggi. Cukup efektif pula melepaskan counter-pressing hingga memudahkan rekan-rekan setimnya mencuri momentum.

RANDI ILHAM



Pelatih:


Dodi Nugroho (Garuda Junior)

Bukan pekerjaan yang mudah untuk membongkar kekuatan tim lawan dengan gaya pertahanan grendel macam Indonesia Muda Utara ditambah faktor hujan yang mengguyur lapangan, namun Dodi Nugroho mampu membuktikannya. Dodi juga terbilang sukses menjaga tempo permainan Garuda Junior tetap stabil dengan ciri khas menyerang dari sektor sayap. Memanfaatkan regulasi supersub adalah kunci, tak heran anak-anak asuhnya selalu tampil penuh determinasi, satu lagi ia pelan-pelan mampu menepis anggapan Ervin Suardani sentris.




Cadangan:


Kiper: Ravi Putera (Pelita Jaya Soccer School)


Bek: Rabbana Ali Musya (Indonesia Muda Utara), Febryansyah (Serpong Jaya), Ziyad Fatih (Pelita Jaya)


Gelandang: Aryan Mohan (Indonesia Rising Star), Muhammad Misbah (Tajimalela FA), Rehan Mardeni (Abstrax FA), M Kandias (M'Private Soccer School), Dzuhri Rayyan (Garec's)


Penyerang: Ervin Suardani (Garuda Junior), Adrian Rizki (Laskar Pelangi Soccer)


  • Tags