Dongeng Laskar Pelangi Bukan Isapan Jempol




IJL.Com- Laskar Pelangi Soccer menggenapkan mimpinya untuk lolos ke fase Champions 16 Besar Indonesia Junior League U-11. Label 'The Giant Killer' ibarat cerita dongeng.

Satu tiket fase Champions 16 Besar Indonesia Junior League U-11 dari Grup A Phenomenon berhasil diamankan anak-anak Laskar Pelangi Soccer dengan selamat. Kemenangan tipis atas Putra Sejati dan berbagi angka dengan Young Warrior sudah cukup memuluskan langkah anggun tim yang bermarkas di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang tersebut.

Bermain tanpa sang jenderal lini belakang, Kinza Jibran faktanya tidak membuat anak-anak Laskar Pelangi jadi gamang. Racikan strategi sang pelatih, Ramdan Ahmad dari pinggir lapangan benar-benar pegang peranan meyakinkan.

"Flash back saat pekan sebelumnya dimana tertera kalimat yang berbunyi asa itu masih ada, ini yang membakar semangat saya dan semua pemain Laskar Pelangi. Sebuah pencapaian tentunya bisa membawa pulang poin maksimal dari dua laga yang bisa bisa dibilang super berat," ujar Ramdan.



"Ekspektasi saya anak-anak bermain dengan progres bisa dibilang sudah cukup. Misinya memang lebih menyuguhkan laga yang layak dan enak ditonton," sambung Ramdan seraya tersenyum.



Menjadi kepuasan tersendiri tentunya membuat tim sekelas Putra Sejati Inssa apalagi Young Warrior sebagai pemuncak klasemen Grup A Phenomenon gigit jari. Label 'The Giant Killer' terbukti bukan sekadar pemanis di bibir saja.

Ramdan juga tak lupa menambahkan, tanpa adanya video rekaman pertandingan mustahil strateginya bisa berjalan cair di atas lapangan. Salah satunya tergambar gamblang di laga kontra Young Warrior.

"Sedikit geli kalau mengingat kejadian kemarin, tanpa sadar saya membuat orangtua dan penonton terheran-heran karena ada pemain Laskar Pelangi yang selalu berdiri menunggu di dalam kotak penalti Young Warrior. Itu sebenarnya strategi agar kiper lawan yaitu Thufail Syaukhi tidak berani ambil tendangan bebas," ungkap Ramdan seraya tertawa lepas.



"Alhasil strategi saya itu cukup berhasil ditambah pressing tinggi serta spartan yang anak-anak terapkan untuk meladeni permainan Young Warrior jadi kunci sampai menit akhir. Kinerja lini belakang dan tengah sudah sesuai instruksi yang diberikan," tegas Ramdan.





Sepak terjang anak-anak Laskar Pelangi kini tak ubahnya dongeng yang menjadi nyata. Bukan tidak mungkin, cerita tim-tim kuda hitam seperti Blackburn Rovers atau Leicester City yang secara tak terduga merajai kancah sepak bola Liga Inggris ikut "merasuki" gelaran IJL U-11 musim ini.

"Anak-anak akhir pekan ini sudah mulai recovery. Ada latihan-latihan ringan sembari bahas sedikit taktikal," ujar Ramdan.

"Saya belum bisa meraba peta persaingan di fase Champions 16 Besar. Karena Grup B Sensation masih belum berakhir, saya rasa masih akan ada banyak perubahan," tandas Ramdan.




  • Tags