Efek Samping Covid-19, Opening Ceremony IJL 2020 Ditunda

by admin on 1 week ago




IJL.Com- Indonesia Junior League (IJL) selaku operator liga sepak bola usia dini mengambil kebijakan penting guna membatasi penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Perhelatan opening ceremony musim 2020 pun resmi ditunda.

Sejak awal Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kasus penyebaran virus Covid-19 sebagai pandemi global. Tercatat, sudah ada 185 negara lintas benua terpapar. Sebermula dari China tepatnya di Wuhan dan kini Eropa yang jadi titik pusatnya.

Di Indonesia, jumlah pasien terinfeksi Covid-19 tidak bisa dianggap enteng hingga begitu menyita perhatian publik. Per Selasa, 24 Maret 2020 total 579 orang dinyatakan positif. Kasus yang paling banyak terjadi di Jakarta. 

Beberapa kebijakan telah diambil pemerintah pusat sampai daerah guna membatasi penyebaran Covid-19. Seperti menunda segala jenis acara yang mengundang massa dalam jumlah besar, sekolah diliburkan, sistem kerja dari rumah hingga anjuran social distancing (pembatasan interaksi sosial).

Tak pelak, efek samping Covid-19 pun menyasar event-event olahraga. Dari liga kasta tertinggi sepak bola Indonesia sampai level usia dini semua terkena imbasnya.

CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis langsung mengambil langkah guna mendukung anjuran pemerintah. Menurutnya, respon antisipatif diperlukan dalam sebuah bingkai manajemen krisis.

"Keputusannya opening ceremony IJL 2020 yang seharusnya digelar 28 (U-13) dan 29 (U-9 & U-11) Maret harus ditunda. Ini demi kemaslahatan bersama," terang Rezza.



"IJL berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah memerangi penyebaran virus Covid-19. Tarafnya sudah sampai force majeure, harus ada sinergi besar agar pandemi ini bisa dihentikan," ujar Rezza.









"Kebijakan strategis saya lihat sudah mulai digalakkan. Kita lihat selama beberapa Minggu ke depan, semoga ada kabar gembira karena itu tentunya harapan semua. Dan kembali, ini benar-benar butuh dukungan seluruh lapisan masyrakat," sambung Rezza lagi.







Rezza juga menambahkan mayoritas tim-tim kontestan IJL 2020 sebenarnya saat ini sudah meliburkan pemainnya dari jadwal latihan. Meski demikian, manajemen dan pelatih SSB terus melakukan komunikasi intensif dengan orangtua murid agar kurikulum pembelajaran tetap berjalan semaksimal mungkin di tengah situasi yang tidak kondusif.

Rezza berharap kesempatan itu bisa digunakan dan disikapi secara lebih bijak. Utamanya tentu soal komitmen menerapkan pola hidup sehat dimulai dari dalam rumah guna menjaga imunitas tubuh sekembalinya beraktivitas nanti.

"Virus ini tidak pilih-pilih, atlet kelas dunia saja bisa kena. Artinya kita juga harus lebih tanggap lagi soal pentingnya menjaga imunitas tubuh. Dan jangan lupa tetap berpikir positif," ucap Rezza.



"Manfaatkan libur sekolah dengan sebaik mungkin. Belajar di rumah, istirahat yang cukup selingi dengan olahraga dan jaga asupan nutrisi. Untuk manajemen tim dan pelatih saya harap tetap koordinasi dengan orangtua murid memantau kondisi anak-anak didiknya. Semoga ini bisa cepat berlalu dan kita bisa kembali lagi lapangan untuk jauh lebih kuat," ujar Rezza.





Musim 2020, IJL seperti diketahui akan "bermarkas" di Yon Arhanud 1 Rajawali, Serpong, Tangerang Selatan. Perawatan infrastruktur lapangan khususnya dari segi kualitas rumput digenjot dalam tiga pekan terakhir dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.

"Di tengah wabah Covid-19 ada satu komitmen lain yang harus tetap IJL jaga yaitu infrastruktur lapangan. Mohon doanya juga agar crew kami terus diberi kesehatan," tandas Rezza.







PENGUMUMAN





  • Tags