FIFA Farmel Meyakini Chemistry Hebat Dibarengi Imun Kuat




IJL.Com- Pelatih FIFA Farmel U-9, Eko Budi Prabowo membeberkan kondisi barisan anak asuhnya selama menjalani sesi latihan di rumah saja. Chemistry dan imun kini harus seiring sejalan. 

Aturan PPKM Darurat mulai 3 Juli-20 Juli 2021 yang digalakkan Pemerintah seiring melonjaknya kasus pandemi Covid-19 otomatis mempengaruhi program latihan anak-anak FIFA Farmel U-9. Setelah tancap pasca libur lebaran usai, kini pasukan 'Jawara Rajawali' pasrah injak pedal rem lagi. 

Menepi dari rumput hijau tak serta merta membuat skuat besutan Eko Budi Prabowo tersebut hilang fokus. Materi latihan sebisa mungkin harus sampai ke sasaran, kirim-tukar video jadi proses interaksi pelatih dan pemain. 

"Materi latihan yang anak-anak jalankan secara mandiri di rumah masing-masing hasilnya dilaporkan dalam bentuk video. Kami berupaya agar program bisa terus berjalan," ujar Eko. 



"Ya memang anak-anak kangen juga ingin kembali ke lapangan, pasti itu. Malah ada beberapa orangtua menginginkan latihannya diubah dengan metode zoom," sambung Eko. 



Eko sejatinya menyadari, latihan tanpa tatap muka sedikit banyak bakal mempengaruhi performa gacor anak-anak asuhnya. Namun di satu sisi, ia ingin Miftahul Rizky dan kawan-kawan kini terlebih dahulu fokus memperkuat imun tubuh selagi rehat kompetisi. 

Pesan khusus pun tak lupa ia kirimkan untuk segenap orangtua anak didik.  Chemistry hebat dibarengi imun kuat jadi istilah paling tepat. 

"Kalau kekhawatiran lebih kepada kesehatan anak-anak saja sebenarnya. Jadi saya selalu komunikasikan ke orangtua pemain supaya ikut jaga kondisi juga," ujar Eko. 



"PR terbesar saya cuma ingin menjaga konsistensi dan kekompakan anak-anak karena itu kuncinya bisa bermain tanpa beban. Sekarang intinya, jaga imun dan jaga chemistry," tambah Eko seraya tersenyum lepas. 



Seiring makin derasnya arus kompetisi, Farmel memang membuktikan kelasnya sebagai tim dengan chemistry kelas yahud. Baik saat sedang dalam keadaan tertinggal maupun memecah kebuntuan, semua pemain kini seperti punya "tiket" untuk membuat perbedaan. 

Rentetan hasil laga di babak Champions 16 Besar kemarin jadi bukti paling konkret. Siapa sangka gol penentu ke gawang SSJ Kota Bogor lahir dari aksi seorang bek, Muhammad Tanju. Berlanjut di laga kontra ASIOP bagaimana momen 10 menit terakhir bisa digunakan sebagai jalan epic comeback. 

Bumbu chemistry itu yang memang diyakini Eko jadi senjata utama tim asuhannya. Di babak perempatfinal alias 8 Besar Champions, tuah tersebut bukan tidak mungkin bakal terus berlanjut saat Farmel ditantang Tunas Gunung Putri. 

"Saya selalu berpesan ke anak-anak kalau sebelum peluit akhir dibunyikan, kalian semua pasti ada peluang untuk cetak gol dan meraih kemenangan. Berani coba prosesnya & bersikap yakin. Dengan optimis yakin pasti diberi jalannya," pungkas Eko. 




  • Tags