Gerard Anugrah Syamil: Bukan Kacang Lupa Kulit




IJL.Com- Mencetak gol dalam laga perang bintang, Gerard Anugrah Syamil tidak ingin seperti kacang lupa kulit. Assist nikmat, bola enak.

Akhir pekan kemarin tepatnya pada Minggu (7/11) bisa jadi hari yang akan sangat sulit dilupakan penggawa Indonesia Rising Star (IRS) U-11, Gerard Anugrah Syamil. Setelah menunggu selama satu musim, impiannya untuk mencicipi atmosfer IJL All Star 2020/2021 presented by Zenith Apparel akhirnya kesampaian.

Tidak hanya sampai disitu, rasa bangga Gerard makin komplet. Pasalnya, gol pembuka ia torehkan sebagai pelicin kemenangan IJL All Star Phenomenon atas Sensation lewat skor akhir 2-0.

"Salah satu mimpi terbesar saya sejak dulu adalah bisa bermain di kompetisi IJL dan cita-cita itu tercapai berkat andil IRS yang memberikan saya kesempatan untuk bergabung. Apalagi sampai masuk skuat All Star, jujur tidak menyangka sebenarnya karena bangga rasanya ikut terpilih dan berdiri bersama pemain-pemain hebat," ujar Gerard.

"Gol itu saya persembahkan untuk ayah. Karena kebetulan pas di laga IJL All Star kemarin, ia berulang tahun," tambah bocah asal Bandung itu seraya melempar senyum.



Gerard juga tidak ingin seperti kacang lupa kulitnya. Ia meyakini, gol tak bisa terjadi jika tanpa sokongan assist matang Miraz Rizky Sulaeman, pemain terbaik IJL U-11 2020/2021 asal FIFA Farmel.

Assist yang disuguhkan Miraz bisa dibilang sangat nikmat. Begitu dinginnya bola ia sodorkan sehingga Gerard bisa mengambil ruang untuk melepaskan tembakan berkelas yang tak bisa dijangkau kiper Sensation.

"Saya mencetak gol berkat assist Miraz. Sangat berkelas dan memanjakan," tegas Gerard.



"Saya juga sangat senang bisa berduet dengan Miraz. Arya Dwi Pasha, Rizki Eka, Rama Fahmi juga Vashya Dianmar, senang rasanya bisa satu tim dengan mereka dan juga pemain-pemain hebat lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu," tambah Gerard sambil mengucap syukur.



Selain itu Gerard juga punya penilaian tersendiri soal kualitas bola keluaran Zenith Apparel yang digunakan dalam laga perang bintang kemarin. Sebagai seorang gelandang pengatur serangan, Gerard tentu butuh si kulit bundar yang mudah "dijinakkan" demi mengatur tempo permainan.

"Kualitas bolanya bagus, enak tidak berat dan gampang dikontrol baik saat sedang mengoper atau ambil keputusan untuk menendang langsung," terang Gerard.



"Sekali lagi terimakasih untuk IJL, IRS dan pastinya Zenith. Jersey All Star yang sangat keren sekali," tandas Gerard




  • Tags