Ghatan Razaki: Mencium Jejak Edwin van der Sar




IJL.Com- Saking ngefansnya dengan Manchester United, Muhammad Ghatan Razaki begitu getol mencari tahu rekam jejak kiper legendaris 'The Red Devils', Edwin van der Sar. Tua-tua keladi wajar saja bikin cepat jatuh hati.

Dari gelandang bertahan untuk kemudian alih profesi menjadi penjaga gawang adalah bagian proses yang tengah ditapaki penggawa Young Warrior FA U-13, Ghatan Razaki. Resiko dirongrong badai gempuran tim lawan sudah siap diterima. Diberi label "pahlawan tanpa tanda jasa" pun ia rela.

Hidup memang harus memilih. Perihal keputusannya tersebut, Ghatan sebenarnya punya alasan sederhana. Peran serta sang ayah tak lupa ia sebut.

"Ingin seperti ayah saya yang juga penjaga gawang, ya meski mainnya baru level tarkam," ungkap Ghatan seraya tersenyum lebar.

"Tapi keputusan untuk menjadi kiper ini murni pilihan saya sendiri loh. Bukan karena disuruh ayah apalagi paksaan," tambah Ghatan lagi.



Ghatan sendiri mengakui, nasehat-nasehat dari sang ayah adalah tonggak pegangan utama bagi dirinya saat berdiri di bawah mistar gawang. Bukan hanya soal bagaimana cara menjinakkan si kulit bundar namun juga etos kerja kala menikmati tingginya tensi pertandingan.

"Ayah sering sampaikan kepada saya untuk selalu fokus dalam menghadapi segala macam bentuk serangan. Bermain dengan tenang dan tanpa emosional adalah kunci," tambah Ghatan.



"Meski saya akui tidak mudah untuk meredam sisi emosional karena terkadang saya masih kecewa dengan keputusan wasit sampai friksi dengan pemain lawan karena benturan fisik namun ayah selalu bilang balas itu semua dengan senyuman," sambung Ghatan.



Tidak hanya bermodal nasehat dari sang ayah, Ghatan tentunya punya sosok inspirasi layaknya pemain-pemain muda belia kebanyakan. Untuk yang satu ini, ia tidak ragu dengan lantang menyebut kiper legendaris Manchester United asal Belanda, Edwin van der Sar.

Ghatan sendiri merupakan fans berat 'The Red Devils' (julukan Manchester United). Sudah sejak 2017 ia melabuhkan hatinya untuk tim yang bermarkas di Stadion Old Trafford tersebut.

"Saya ngefans sama Manchester United sejak 2017 tepatnya saat mereka juara Liga Europa mengalahkan Ajax Amsterdam di partai final," ujar Ghatan.

"Kalau soal Van der Sar meski di musim itu ia sudah pensiun, saya selalu mencari tahu kehebatannya di internet atau YouTube. Menurut saya, ia kiper terhebat yang pernah dimiliki Manchester United," ujar Ghatan lagi.



Seperti diketahui, Van der Sar memutuskan gantung sepatu bersama Manchester United pada musim 2010/2011. Enam musim berseragam 'The Red Devils', torehan prestasi mentereng seperti empat gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions sukses dipersembahkan penjaga gawang berpostur 197 cm tersebut.

Sepanjang sejarahnya, Manchester United memang kerap dihuni deretan penjaga gawang terbaik kelas dunia. Dari era Peter Schmeichel, Fabian Barthez, David de Gea dan yang terbaru dan siap melanjutkan adalah Dean Henderson. Namun Ghatan menegaskan Van der Sar tetap yang terbaik dari yang terbaik.



Bagaimana tidak, di usia 40 tahun, Van der Sar tetap aktif bermain dengan determinasi yang begitu tinggi. Umur boleh gaek namun performa justru tua-tua keladi.

"Saya cari tahu sendiri soal kehebatan Van der Sar. Ditelusuri di YouTube tentang sejarahnya kiper-kiper Manchester United dan Van der Sar menurut saya tetap yang terbaik. Menonton aksinya berjam-jam pun saya betah," ujar Ghatan.



"Saya juga terinspirasi bagaimana Van der Sar yang gabung ke Manchester United dari klub kecil (Fulham) hingga ia bisa membuktikan lagi kualitasnya sebagai kiper terbaik dunia," tandas Ghatan.




  • Tags