Indonesia Muda Gelar Jambore Nasional, IJL Tenggelam dalam Lautan Energi Positif

by admin on 7 months ago


IJL.Com- 42 tim sekolah sepak bola (SSB) Indonesia Muda yang tersebar dari seluruh penjuru Tanah Air tumpah ruah di Bumi Perkemahan Cibubur. CEO Indonesia Junior League (IJL), Rezza Mahaputra Lubis ikut merasakan lautan energi yang dikibarkan para pendahulu bangsa.

Organisasi pemuda Indonesia Muda adalah salah tonggak awal pintu gerbang kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Didirikan 30 Desember 1930 yang merupakan penggabungan antara komunitas Jong Java, Jong Sumatra dan Pemuda Indonesia, roda penggerak momen sakral Sumpah Pemuda.

Tahun demi tahun berlalu, generasi baru datang silih pergi, Indonesia Muda tak lekang ditelan zaman. Semangat sumpah pemuda yang mereka kibarkan terus mencari ruang salah satunya lewat jalur olahraga sepak bola.

Bendera Indonesia Muda tetap tegak berdiri sampai seluruh penjuru Tanah Air. Merayakan sejarah tinta emas yang pernah digoreskan para pendahulu, sejak Jum'at hingga Minggu (20-22 Desember 2019) digelar acara Rakornas dan Jambore Nasional yang berpusat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.

Mengusung tema besar "Energi Indonesia", Satu Tekad, Satu Tujuan dari Indonesia Muda untuk Bangsa dan Negara, tercatat 42 tim sekolah sepak bola Indonesia Muda dari Langsa (Aceh) hingga Manokwari (Papua) turut ikut ambil bagian. 1500 peserta tumpah ruah menunjukkan kelasnya sebagai calon aktor rumput hijau Merah-Putih.

"Peserta Jambore Nasional adalah anak-anak dengan rentang usia mulai dari 10 tahun, 12, 14 hingga 16 tahun," ujar Ketua Pelaksana Jambore Nasional, Budiantoro.

"Tujuan dari kegiatan ini salah satunya adalah mencari bibit-bibit atlet dimana pesertanya merupakan anak-anak SSB Indonesia Muda yang berasal dari seluruh daerah," tambahnya lagi.

Bukan cerita baru memang kalau Indonesia Muda adalah salah satu tim yang begitu rajin menyumbangkan pemain-pemain didikannya hingga sampai bisa mengenakan lambang Garuda di Dada. Era 80-an misalnya, siapa tidak kenal nama-nama teras seperti Dede Sulaiman, Yohanes Auri, Wahyu Hidayat, dan Didi Darmadi.

Barisan pemain legendaris timnas itu pun turut hadir dalam rangkaian acara jambore nasional Indonesia Muda yang resmi dibuka Sabtu (21/12). Tidak hanya sekadar duduk manis, Dede Sulaiman Cs juga didaulat memamerkan sisa-sisa kejayaan mereka dalam laga persahabatan melawan anggota pengurus Indonesia Muda.

"Kegiatan ini nantinya menjadi agenda tahunan yang tujuannya membangkitkan kembali semangat sejarah Indonesia Muda dalam percaturan olahraga di Tanah Air,"ujar Ketua Umum Indonesia Muda, August Pramono.

"Tadi dalam pembukaan selain menyanyikan lagu Indonesia Raya juga diperkenalkan mars Indonesia Muda. Nanti setiap daerah akan mulai mensosilalisasikan mars ini kepada seluruh generasi penerus Indonesia Muda ke seantero Tanah Air," tambah August Pramono.

Salah satu tamu yang turut hadir dalam acara Jambore Nasional Indonesia Muda adalah CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis. Begitu menginjakkan kaki di tempat acara, Rezza nampak tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Seperti diketahui, Indonesia Muda dan IJL punya tali kekeluargaan yang sangat kuat. Berdirinya IJL sebagai operator kompetisi sepak bola usia dini adalah buah pemikiran jangka panjang dari Dimas Wahab, pendiri Indonesia Muda.

Tidak jarang memang Rezza menyebut Dimas Wahab adalah seorang guru besar bagi dirinya. Bahwasannya, IJL dan Indonesia Muda memang lahir dari rahim yang sama, ya tak lain tak bukan yakni semangat sumpah pemuda.

Di kompetisi IJL musim 2019, Indonesia Muda diwakili IM Jakarta Utara atau yang lebih akrab disapa IMUT. Tidak tanggung-tanggung, tiga tim sekaligus mereka kirimkan lewat kategori U-9, U-11 dan U-13.

"Saya sangat salut dengan organisasi kepenguruan Indonesia Muda dari pengurus pusat sampai daerah. Sebuah komitmen menjalani roda pembinaan yang sangat baik," ujar Rezza.

"Begitu sampai di tempat acara, saya hanya bisa geleng-geleng kepala, terkejut sekali melihat gaya permainan anak-anak SSB Indonesia Muda, banyak talenta luar biasa memang dari seluruh pelosok negeri. Satu lagi, Indonesia Muda punya kekuatan dari segi animo kekeluargaannya, sejarah selalu berbicara," tambah Rezza seraya tersenyum.

Menurut Rezza, jambore nasional ini bisa jadi titik awalan Indonesia Muda kembali memberi sumbangsih besar untuk masa depan sepak bola Indonesia. Ya, ini saatnya, Ibu Pertiwi sudah memanggil!

"Kita bisa memetik banyak energi positif dari sistem pembinaan Indonesia Muda. Ini bisa dicontoh organisasi olahraga lain, tidak hanya sepak bola saja. Komitmen Indonesia Muda tidak pragmatis, mereka ciptakan pemain junior dan muaranya hanya satu, gudang masa depan Timnas Indonesia," tutur Rezza.

"Bahkan menurut saya sangat layak Indonesia Muda kembali ke level kompetisi kasta teratas. Bukan tidak mungkin, nantinya Indonesia Muda punya klub profesional yang bisa berkecimpung di Liga 3 sampai Liga 1," tandas Rezza.


  • Tags