M Fathur Rahman: Tertancap Kuat Pesan Almarhum Ayah




IJL.Com- Gaya permainan Muhammad Fathur Rahman yang terbilang saklek sebagai pilar benteng pertahanan Prima Soccer School U-13 ternyata didasari alasan kuat. Pesan almarhum ayah sudah tertancap begitu kuat.

Muhammad Fathur Rahman menjadi salah satu bek yang kualitasnya semakin diperhitungkan di kancah Indonesia Junior League U-13 musim ini. Gaya permainan yang terbilang saklek membuat penyerang lawan dipaksa putar otak lebih kencang untuk mengelabuinya. 

Di laga terakhir, killer instinct juru gedor andalan Indonesia Rising Star yakni Muhammad Farrell Rasya bisa ia redam. Jauh sebelumnya barisan penyerang FIFA Farmel sempat ia buat tidak banyak berkutik.

Hasilnya terbukti konkret. Prima Soccer School dibawa melaju ke fase knock-out 16 Besar. Dari sembilan laga di babak penyisihan grup, tim yang identik dengan jersey berwarna hitam-oranye tersebut hanya tujuh kali memungut bola dari gawangnya.

Lakon palang pintu sejatinya sudah membuat Fathur "jatuh cinta". Usut punya usut, terkandung alasan kuat di dalamnya.

"Dulu almarhum ayah saya juga main bola, ya walau hanya sekadar hobi. Kebetulan posisinya bek, jadi saya berusaha ingin meneruskan," ungkap Fathur.



"Tiap kali jadi bek, saya selalu teringat almarhum ayah. Mungkin itu juga yang membuat saya selalu tampil lebih semangat," tambah Fathur seraya tersenyum.



Bagi Fathur, meski sudah tiada namun sang ayah bisa dibilang adalah suporter pertama dan yang paling setia bagi dirinya. Pesan almarhum ibarat "doping" untuk bek bernomor punggung lima tersebut sehingga mampu berdiri kokoh nan solid mengawal kesucian jantung pertahanan Prima.

Masih terekam segar dalam ingatan Fathur bagaimana pesan itu begitu kuat tertancap di jantung hatinya. Kata-kata yang ia pegang meresap ke sekujur tubuh hingga membuat adrenalin membuncah.

"Jangan kecil hati. Kalau main di level yang lebih tinggi, syaratnya hanya satu yaitu besok bermainlah sekuat kemampuan. Jangan menyerah sebelum bertanding. Ya, itu kata-kata yang ayah selalu ucapkan berulang-ulang," ungkap Fathur.



"Ayah setiap bicara selalu menatap mata saya. Seolah ingin benar-benar menancapkan pesan tersebut ke hati ini," sambung Fathur dengan nada lirih.





Fathur meyakini ada banyak jalan untuk membuat sang ayah tersenyum bangga. Salah satunya tentu saat laga krusial bertajuk fase knock-out 16 Besar saat Prima dijadwalkan bentrok kontra Putra Sejati.

Kehebatan Putra Sejati sudah sampai di telinga Fathur. Kebetulan beberapa pemain andalan tim yang bermarkas di Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat sudah ia kenal dekat luar dan dalam.

"Saya paling dekat dengan Habibi Maulana. Dia harus diwaspadai di atas lapangan nanti," ujar Fathur.

"Habibi punya kemampuan melakukan tendangan yang keras, tepat dan luar biasa. Jadi ya pantas di Putra Sejati ia pakai nomor punggung 10," tandas fans berat Sergio Ramos tersebut.




  • Tags