M Hamzah Abdul Malik: Tak Cukup Sebatas Pagar Tribun




IJL.Com- Menjadi seorang Bobotoh sejak usia dini adalah kebanggan tersendiri untuk penjaga gawang Akademi Persib Bogor U-13, Muhammad Hamzah Abdul Malik. Berangkat dari pagar tribun Stadion Siliwangi, menggedor batas mimpi.

Hati Muhammad Hamzah Abdul Malik sedang berbunga-bunga. Pasalnya, predikat pemain terbaik pekan ke-14 Indonesia Junior League U-13 baru saja ia kantongi.

Hamzah dinilai mampu berperan sebagai aktor protagonis dari balik kemenangan tipis Akademi Persib Bogor (APB) atas SSB GRT. Ketenangannya di bawah mistar gawang berhasil memaksa barisan lini gempur 'Bajoel Cisadane' yang dikenal gahar jadi gigit jari.

Saat kabar baik tiba, Hamzah mengaku seperti terbang ke awang-awang. Perlahan ia sadar bukan sedang bermimpi di siang bolong.

"Tentu senang bisa masuk dalam daftar pemain terbaik pekan ke-14 IJL U-13, jujur saya sempat terkejut mendengarnya karena baru bangun tidur langsung dapat kabar dari pak Dokter Dodi (CEO APB)," ungkap Hamzah.



"Senang juga dengan status pemain joker bisa ikut membantu adik-adik saya meraih kemenangan. Tapi memang di atas lapangan tak ada sama sekali beban," ujar Hamzah yang musim lalu sudah terlebih dahulu mencicipi panasnya hiruk-pikuk IJL U-13 saat berseragam Brazilian Soccer School LFA.



Berdiri di bawah mistar gawang APB nampaknya jadi kebanggaan tersendiri yang berlipat-lipat ganda untuk seorang Hamzah. Soalnya, sudah dari kecil ia "dicekoki" sang ayah rasa cinta tulus ke Persib Bandung.

Menjadi Bobotoh (sebutan untuk suporter Persib) sejak usia lima tahun, Hamzah tidak hanya sekadar menonton 'Maung Bandung' berlaga lewat layar kaca. Berteriak dari pagar tribun stadion pun ia lakukan.

"Saya sudah dibawa ayah untuk nonton Persib itu sejak usia lima tahun pas turnamen Celebes Cup di Stadion Siliwangi tepatnya 2012," ujar Hamzah.

"Ada sebuah kebanggaan sebagai Bobotoh untuk bisa menjadi pemain Persib. Itu cita-cita semua Bobotoh," ujar Hamzah.





Ya, bagi Hamzah tidak cukup sebatas dari pagar tribun stadion membela panji Persib. Darah biru itu ingin terus mengalir sampai jauh hingga menetes di atas rumput hijau.

Janji untuk sebuah kehormatan, seperti manifesto agung dari Viking Persib Club, salah satu ordo suporter 'Maung Bandung' tertanam dalam dada Hamzah. Ada keinginan dari lubuk hatinya paling dalam untuk bisa menggantikan sang idola, I Made Wirawan di bawah mistar gawang.

"Iya saya sangat mengidolakan I Made Wirawan, sudah masuk usia uzur tapi justru malah tambah lebih hebat," ujar Hamzah yang mengaku juga terinspirasi dengan kiper Bayern Munchen dan Timnas Jerman, Manuel Neuer tersebut.



"Alangkah bahagia dan bangganya keluarga saya kalau mimpi membela Persib bisa kesampaian," pungkas Hamzah.




  • Tags