Menunggu Pelampiasan The Three Musketeers CISS


IJL.Com- Arya Dwi Pasha, Akmal Abdullah Bassam dan Rayhan Al Faza Ghifary kompak ambil peran sebagai aktor protagonis di skuat CISS. Ajang plate IJL U-11 jadi arena pelampiasan Three Musketeers.

Film legendaris The Three Musketeers bercerita tentang tiga prajurit kerajaan Prancis yakni Athos, Aramis dan Porthos. Ketiganya dikenal sebagai jago pedang, lebih daripada itu pengorbanannya untuk negeri tercinta tidak ada putusnya walaupun harus bertaruh nyawa. Menyelamatkan Raja Louis XIII dari ancaman kudeta adalah salah satu balutan kisah heroik yang sudah mampu membius mata jutaan penonton setia.

Kisah The Three Musketeers tidak hanya dapat disaksikan lewat layar kaca. Di gelaran kompetisi IJL U-11, mereka bertransformasi menjadi aktor rumput hijau dengan jersey kebesaran CISS.

Adalah Arya Dwi Pasha, Akmal Abdullah Bassam, dan Rayhan Al Faza Ghifari yang cukup layak diberi label Three Musketeers dari CISS. Peran ketiganya begitu protagonis di skuat asuhan Agus Tri Laksono. Dinamis sebagai penyeimbang tim, begitu diandalkan merobek jala gawang lawan.

Bisa dibilang, 90 persen aliran bola CISS selalu berawal dari agresivitas Three Musketeers membangun kendali serangan. Soal kepercayaan diri mengolah si kulit bundar, harus diakui mereka jadi yang terbaik di kelasnya. Amat menggigit, penuh aksi-aksi kejutan yang tidak terduga.

"Semakin banyak pekan berjalan, semakin baik penampilan mereka. Utamanya kian terbiasa dengan atmosfer IJL. Ketiganya selalu yakin bisa memenangkan pertandingan sebelum peluit kick-off dimulai," ujar Tri.

"Tidak hanya bicara soal skill dan teknik, mereka juga punya visi yang bagus saat bertanding," tambah Tri.

Meskipun gagal mengantarkan CISS lolos ke fase champions 16 Besar IJL U-11, hal tersebut tidak serta-merta menghapus kontribusi besar Three Musketeers. Babak plate diyakini jadi wadah pelampiasan terbaik untuk menebus rasa pilu.

CISS sendiri tergabung di Grup 2 babak plate IJL U-11 yang akan digelar Minggu, 20 Oktober 2019. Meski kerap disebut ajang "kasta kedua", faktanya pertempuran di atas lapangan tidak kalah prestisiusnya dibanding fase champions.

Menarik tentunya kembali menunggu sepak terjang Three Musketeers menumpas perlawanan Stoni Indonesia, Indonesia Muda Utara, Indonesia Rising Star dan Brazillian Soccer School. Satu tiket semifinal kudu dibidik jika CISS ingin melangkah menuju podium terbaik.

"Mereka selalu ingin menang dan tidak pernah berhenti menularkan semangat untuk rekan-rekan setimnya. Babak plate nanti saya yakin ketiganya akan menunjukkan penampilan yang lebih dari biasanya dan pastinya selalu berusaha menjaga mimpi meraih gelar juara," tegas Tri.

"Semua pemain memiliki perannya masing-masing di setiap lini. Kepercayaan diri yang sama demi bendera CISS," tandas Tri.


  • Tags