Muhammad Ridwan; Kepakan Sayap, Terbang Bersama Mimpi


IJL.Com- Muhammad Ridwan sama sekali tidak menyangka predikat pemain terbaik IJL U-11 jatuh ke pelukannya. Berseragam IJL Elite? Siapa takut!

Kontribusi Muhammad Ridwan untuk Giras selama berlaga di kompetisi IJL U-11 musim 2019 memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Total 16 gol disumbangkan One, sapaan akrabnya. Seorang jenderal lapangan tengah, tidak hanya sekadar pembeda namun juga penentu.

Jangan lupa, ban kapten melingkar pula di lengan bocah yang juga dikenal handal bermain bulutangkis tersebut. Tipe pemburu gol "berdarah dingin", terbilang jarang One meledak-ledak di atas lapangan, kalem begitu tenang meredam emosi, punya banyak akal saat tengah terhimpit.

Persona One semakin lengkap manakala Giras ia bawa ke podium tertinggi. Trofi Champions IJL U-11 direngkuh usai menyudahi perlawanan D'Joe FC di partai final dengan skor akhir 2-1.

Gol emas di babak perpanjangan waktu dicetaknya. Tidak berlebihan kalau ada anggapan No One, No Party.

Sebelumnya di partai semifinal, One juga turut menyumbangkan gol "emas" untuk Si Pitung Cilik, julukan Giras. Sepakan keras dari setengah lapangan yang mengoyak jala gawang Salfas Soccer. Fantastis!

Pantas rasanya One dianugerahi gelar pemain terbaik IJL U-11 menyamai mahkota yang pernah dicapai Radino Arsyad (2017) dan Fernanda Dwi Sutrisna (2018). Predikat yang sempat membuat dirinya geleng-geleng kepala seraya tidak percaya.

"Kaget sih, tiba-tiba disuruh pakai jersey Giras lagi terus nama saya dipanggil untuk naik podium. Gelar ini saya persembahkan khusus untuk rekan-rekan setim, tanpa mereka semua saya tidak bisa apa-apa," ujar One.

"Sebenarnya saya tidak menyangka bisa bawa gelar pemain terbaik, bayangan saya Adli Ari Saputra yang dapat," tutur One seraya merendah.

Bagi One, Adli memang punya "nilai jual" tersendiri. Pasalnya ada 21 gol disumbangkan striker asal D'Joe FC tersebut.

"Saya kira Adli bisa borong dua gelar, dia striker yang hebat. Cepat, licin, pantas dapat gelar top-skorer," ujar One.


"Sebenarnya saya ingin curi ilmu Adli sebagai seorang striker haus gol yang punya kecepatan tinggi," tambah One yang pernah satu tim bersama Adli di Giras musim 2018 lalu.

Meski demikian, "misi" One belum selesai. Masih ada satu lagi mimpi yang tertinggal.  Tidak lain tidak bukan tentu kesempatan untuk mengenakan jersey IJL Elite.

Tiap musimnya, dari kompetisi IJL U-11 memang selalu dibentuk kesatuan tim yang diisi barisan pemain terbaik dengan label skuat IJL Elite. Agenda turnamen internasional regional Asia Tenggara siap dijalani awal tahun depan.

"Sempat khawatir sebenarnya harus absen ikut latihan IJL All Stars, waktunya memang bertepatan saya tanding di Bangkok, Thailand membela tim DKI Jakarta. Itu momen pertama saya ke luar negeri," jelasnya lagi.

"Saya masih punya mimpi lagi terbang lagi ke luar negeri, tapi kali ini pastinya bersama IJL Elite," tandas One seraya tersenyum dengan wajah malu-malu.



  • Tags