Nasi Kuning Paket Komplet




IJL.Com- Hari jadi pelatih KMJR Cilegon, Harmawan Hidayat berakhir manis. Tak ada kata menyerah demi tiket fase knock-out.

KMJR melaju mulus pada pekan ke-20 IJL U-13 Grup Sensation. Tidak tanggung-tanggung, BMIFA mereka tekuk dengan skor meyakinkan lima gol tanpa balas.

Tiga dari lima gol KMJR dicetak Muhammad Ridho Amri. Lionel Messi dari Cilegon menunjukan taringnya akhir pekan kemarin.

Tidak heran ada pujian khusus didaratkan juru taktik KMJR, Harmawan Hidayat untuk Ridho. Ia menyebut rasa penasaran anak asuhnya itu akhirnya tuntas di laga kontra BMIFA.

"Ban kapten yang melingkar di lengan Ridho Amri jadi salah faktor ia tampil on-fire. Dukungan sang ibu dan adiknya yang hadir langsung di stadion juga tidak kalah penting. Dia sangat termotivasi sekali di atas lapangan," ujar Awank, sapaan akrab Harmawan Hidayat.



"Tapi saya terkejut dia bisa bikin sampai tiga gol. Sempat putus asa sebenarnya karena di laga-laga sebelumnya finishing Ridho kerap mentok terbuang percuma. Alhamdulillah, lawan BMIFA ia bisa membuktikan kualitasnya," sambung Awank.





Poin penuh atas BMIFA juga jadi kado ulang tahun manis untuk seorang Awank. Tepat pada Sabtu lalu, ia genap berusia 36 tahun. Tidak heran wajahnya begitu semringah

Sebelum pertandingan dimulai, kejutan menghampiri Awank. Nasi kuning paket komplet jadi doping untuk Ridho Amri dan kawan-kawan.

"Alhamdulillah, kado ulang tahun terindah tahun ini. Kedua orangtua saya juga hadir langsung di stadion kemarin, doanya dijabah," ujar Awank seraya melempar senyum.



"Saya juga ucapkan terimakasih untuk orangtua pemain, kaget sekali diberi surprise nasi kuning," tambah ayah dari Alief Faisal Hidayat itu tak kuasa menahan tawa.





KMJR saat ini ada di peringkat ke-10 klasemen sementara Grup Sensation lewat raihan 17 poin dari sembilan laga. Kekalahan Brazillian Soccer School dari Stoni Indonesia kian menambah panas aroma tiket fase knock-out.

Ogah terbuai dengan euforia, Awank meminta anak asuhnya kembali menginjak bumi. Ya, jauh-jauh dari Cilegon tak kenal istilah sekadar numpang lewat.

"Anak-anak harus lupakan euforia kemenangan atas BMIFA. Tantangan sebenarnya sudah menunggu di depan. Semoga mereka jadi lebih termotivasi untuk lebih giat berlatih," harap Awank.



"Pekan berikutnya pindah ke Sawangan, soal jarak tempuh dari Cilegon tentu jadi semakin jauh tapi saya tekankan ke anak-anak untuk tidak patah semangat. Ini cambuk agar mereka semakin siap menghadapi tantangan," tandas Awank.



  • Tags