Pemain Terbaik Pekan Kelima IJL U-9; Semakin Gagah Meroket

by admin on 1 month ago




IJL.Com- Penjaga gawang dengan catatan heroik mewarnai hingar-bingar pekan kelima IJL U-9. Gelandang haus gol dengan visi tajam ditunjang tridente penuh manuver ciamik. 


Kiper:


Adji Sapta Hidayat (Metro Kukusan)

Adji adalah aktor utama di balik kemenangan Metro Kukusan atas Salfas Soccer, ada sepakan penalti dari tim lawan mampu ia mentahkan, 2x12 menit performanya begitu heroik. Jumpa Garuda Muda Soccer Academy, meskipun ada satu bola bersarang di gawangnya, Adji sudah bisa memberikan rasa nyaman untuk rekan-rekan setimnya.



Bek: 


Diya Afdin (Atlas FC)

Postur yang tinggi jadi salah satu keunggulan Diya untuk menghentikan gerak cepat pemain lawan, taktis dalam melakukan sapuan-sapuan bersih. Diya juga sangat tenang sebagai jenderal lapangan belakang Atlas, proaktif menutup celah lubang Atlas dari berbagai lini, fokus tingkat tinggi.




Demitrius (D'Joe)

Demi adalah nyawa untuk tiap jengkal lini lapangan D'Joe FC, reading the game kelas mumpuni ditunjang visi bermain kelas wahid. Pemain serba bisa yang tangguh dalam bertahan, elegan saat menyerang, naluri haus gol Demi adalah sebuah keuntungan besar untuk D'Joe.




Arina Baihaqi (Pelita Jaya Soccer School)

Bek yang paling pandai membaca alur serangan lawan adalah identitas dari seorang Arina Baihaqi, sangat melekat sulit untuk dilepaskan, ia juga sangat rajin melepaskan tackle-tackle bersih, satu level di atas rekan-rekan seusianya. Sangat tenang, tidak gegabah dan disiplin penempatan posisi.




Gelandang: 


Abercio Al Fadelf (SSJ Kota Bogor)

Karakteristik Cio sebagai tukang gedor sejati adalah senjata utama untuk SSJ Kota Bogor, cepat bangkit meski berulangkali dijatuhkan. Kuat dalam bertahan, agresif menyusun serangan, dua golnya ke gawang Pro: Direct Academy hanya separuh bagian bukti kontribusi maksimal seorang Cio.




Riyandika Anugrah (M'Private Soccer School)

Pintar dalam mencari posisi dan bermain taktis mendistribusikan bola ke rekan-rekan setimnya adalah kunci utama Riyandika yang tampil mempesona dalam tiga laga sekaligus pekan kelima IJL U-9. Memborong lima gol, sangat efektif melayani pergerakan determinasi rekan setimnya seperti M Ariiq.




Valdo Putra (Pelita Jaya Soccer School)

Ruh permainan Pelita Jaya yang ada di kaki Valdo semakin dan kian tidak terbantahkan, elegan dalam memutus rantai serangan lawan, cerdik mengatur tempo di atas lapangan. Valdo bukan hanya pencetak gol ulung namun juga game-maker kelas jempolan, sosok pemimpin untuk rekan-rekan setimnya.




Fadil Muzaki (Kembangan 8)

Kontribusi Fadil semakin terasa sebagai jembatan lini tengah dan depan Kembangan 8, aroma serangan Kembangan 8 selalu berawal dari visinya saat mengolah si kulit bundar. Pintar membuka ruang sehingga memudahkan rekan-rekan setimnya mencuri peluang, tidak panik saat berada dalam barikade tekanan lawan.




Penyerang: 


M Ariiq (M'Private Soccer School)

Agresif dan penuh determinasi adalah identitas permainan Ariiq sebagai pemegang tongkat komando serangan M'Private Soccer School. Naluri haus gol ditunjang fighting spirit kelas tinggi, gaya permainan berapi-api Ariiq jadi nafas tambahan untuk pemain M'Private lainnya.




Ibnu Fattah (D'Joe FC)

Ibnu Fattah kembali membuktikan kapasitasnya sebagai striker haus gol dengan intuisi tajam khususnya dalam menciptakan momentum. Rajin menjemput bola dan tidak kehabisan ide membuka ruang, manuvernya yang doyan bermain melebar sangat efektif menancapkan determinasi serangan balik D'Joe.




Asril Marzuki (GRT Sitanala)

Sempat dibuat geleng-geleng kepala saat jumpa SoccerED tidak lantas membuat Asril menyerah, mental besar ia ciptakan di laga kedua kala jumpa Alba FC, jauh lebih kuat hasilnya dua gol cantik ia persembahkan sebagai penentu kemenangan. Lebih daripada itu, daya gempur spartan ala Asril begitu ikonik untuk skuat GRT Sitanala, efeknya begitu besar sampai tiap jengkal lini.




Pelatih:


Dede Firmansyah (Pelita Jaya)

Karakteristik Dede yang begitu dingin dari pinggir lapangan nyatanya begitu banyak menyimpan ide brilian. Gairah Pelita Jaya yang sedang berada di puncak klasemen terus ia jaga dengan cara menjaga rotasi pemain, baik saat sedang dalam keadaan unggul ataupun tertekan, Dede dengan jeli menjaga keseimbangan antar lini, tidak heran Rafif Aby dan Hizkia Lorenzo ia ajak "naik panggung". Tiga kemenangan sekaligus yang dibawa The Young Guns hanya sekadar pelengkap fitur keunggulan Dede meracik formula starting line-up dan supersub Pelita.





Cadangan:


Kiper: Gusti Ali Fahlevi (Ragunan Soccer School)


Bek: M Rangga Haris (FU15FA Bina Sentra), M Akbar Maalik (Serpong Jaya), Mikhail Dzul Raihan (ASTAM), Kay Fathan (SoccerED), Alzam Riyadin (Maesa Cijantung)


Gelandang: M Fachrevy (SSJ Kota Bogor), M Damar Adin (Indonesia Rising Star), Rafif Aby Sofyan (Pelita Jaya Soccer School), Harjuna Pajero (Metro Kukusan), Asyam Riffat Jazmi (Putra Agung)


Penyerang: Haikael Isla (Alba FC), Vellyandru Antou (Maesa Cijantung), Galang Arya Maulana (Indonesia Muda Utara), Ibnu Taimiyah (FIFA Farmel), Qholbi Adreanto (Sparta)



  • Tags