Pendiri SSB Cipondoh Putra Dukung Penuh Edukasi Vaksinasi Anak




IJL.Com- Pendiri SSB Cipondoh Putra, Ahmad Yani berharap program vaksinasi anak bisa menjadi stimulus untuk masa depan pembinaan sepak bola usia dini di tengah rongrongan pandemi Covid-19. Selamatkan generasi emas dengan menyebar edukasi positif. 

Pemerintah terus berupaya menekan laju penyebaran virus Covid-19. Selain menggalakkan pentingnya protokol kesehatan dibalut aturan PPKM Darurat, program vaksinasi ikut dikebut. 

Program vaksinasi tahap ketiga kini mulai menyasar anak usia 12-17 tahun. Di Jakarta misalnya, 'Serbuan Vaksin' digelar secara masif.  Beberapa sekolah negeri juga swasta mulai proaktif menggandeng Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat. 

Kebijakan percepatan program vaksinasi tersebut mendapat dukungan penuh dari pendiri SSB Cipondoh Putra, Ahmad Yani. Menurutnya, harus ada stimulus agar pembinaan sepak bola usia dini bisa bangkit dari rongrongan pandemi COVID-19. 

"Saya melihat kebijakan yang diambil sudah pasti ada pertimbangan matang demi generasi mendatang. Pastinya kita ingin aktifitas masyarakat ke depan dalam hal ini pembinaan sepak bola usia dini tak lagi diliputi kekhawatiran. Momen seorang anak adalah bermain tanpa sekat termasuk soal hobi yang digeluti, namun karena efek pandemi sekarang semua jadi terbatas," tutur Yani. 

"Sekarang yang tidak kalah penting adalah edukasi pentingnya efek vaksin. Karena itu bisa menimbulkan kepercayaan diri untuk anak sebagai generasi penerus bangsa sekaligus menghapus rasa kekhawatiran dan takut yang selama ini menyelimuti. Kita tak memungkiri sekarang banyak orangtua yang terpaksa melarang dan membatasi hobi anaknya karena efek pandemi," sambung mantan asisten pelatih Persikota Tangerang tersebut. 



Memang, adanya efek pandemi ikut menggerus roda sistem pembinaan sepak bola usia dini. Program latihan virtual sejatinya tak akan pernah cukup menggali potensi tersembunyi mutiara terpendam. 

"Pembinaan tidak dapat berjalan bersama pandemi dimana akan berakibat terputusnya generasi maka dengan langkah program vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun setidaknya generasi emas tetap dapat diselamatkan," tutur Yani. 



"Dengan ada kepercayaan diri dari vaksinasi kegiatan pembinaan akan bisa berjalan seutuhnya," ujar Yani yang sehari-sehari juga bekerja sebagai aparatur negara di Pemerintahan Kota Tangerang. 



Kota Tangerang sendiri kabarnya akan memulai program vaksinasi anak mulai 23 Juli 2021 bertepatan dengan perayaan Hari Anak Nasional. Yani terus berharap, edukasi makin gencar dilakukan dari segala ruang. 

"Kemungkinan pada akhir Juli bagi anak sekolah SMP dan SMP di Kota Tangerang. Harus ada upaya juga dari kita selaku penggiat sepak bola usia dini agar edukasi program vaksinasi bisa ikut masuk dari level SSB," tandas Yani seraya tersenyum. 



  • Tags