Reza Wahyu Hidayat Tepis Godaan Sepatu Emas

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Bertengger di puncak daftar cappocanieri sama sekali tidak ada dalam bayangan striker ASTAM, Reza Wahyu Hidayat. Sepatu emas? Nanti dulu.

Menjalani ibadah puasa bukan jadi halangan berarti untuk penggawa ASTAM, Reza Wahyu Hidayat. Striker bernomor punggung 19 itu tetap fokus menjalani sesi latihan tim sembari menjaga kondisi fisik agar tetap prima dan bugar.

Pesan dari pelatih soal pola makan jadi pegangan bocah asal Kukusan, Depok itu. Praktis, Reza kudu pintar-pintar memilih menu saat berbuka.

"Rutinitas masih seperti biasa, tapi memang selama bulan puasa ini latihan tim hanya dua kali dalam seminggu," ujar Reza.



"Iya dapat pesan juga dari pelatih agar bisa jaga pola makan, jangan terlalu banyak makan gorengan dan masakan bersantan. Ya terkadang agak sedikit nakal juga sih, colongan sekali-dua kali tapi benar-benar sudah dikurangi kebiasaan tersebut," ujar Reza seraya tersenyum.



Reza memang tidak ingin sekembalinya ke atas lapangan nanti ia jadi kehilangan sentuhan. ASTAM sendiri terakhir kali berlaga di IJL pada 6 April lalu saat jumpa FU15FA Bina Sentra.

"Sudah tidak sabar. Lawan bertanding, atmosfer kompetisi dan tentu komentator pertandingan, itu yang membuat saya begitu rindu dengan IJL. Benar-benar gatal merumput," ungkap Reza.



Reza sendiri saat ini bertengger di puncak daftar top skorer IJL U-13 dengan torehan 10 gol. Terakhir, jala gawang All Star Galapuri jadi korbannya.

Reza memang jadi penyerang dengan karakter yang unik di gelaran IJL U-13, tipe predator ulung. Tidak terlalu banyak mengeluarkan skill dan  teknik  individu, Reza tak ubahnya "serigala berbulu domba" di dalam area kotak penalti. Mematikan menerkam lawan.

Soal penyerang haus gol yang melekat untuk dirinya, Reza sendiri masih agak sedikit malu-malu. Faktanya ia juga kaget bisa bertengger di puncak cappocanieri.

"Jujur saya kaget sekali bisa ada di daftar top-skorer, tidak menyangka karena banyak pemain yang lebih hebat sebenarnya," ujar Reza merendah.



Bicara soal perburuan gelar sepatu emas, Reza sendiri ogah terlalu banyak sesumbar. Dirinya juga mengaku tidak pernah melihat tabel top-skorer.

Bermain dengan lambang di dada, itu tekad Reza. Ia menegaskan tidak sama sekali tergoda dengan rayuan sepatu emas.

"Semua saingan untuk meraih sepatu emas sangat berat. Tapi saya tidak pernah melihat daftar perolehan top-skorer, jadi tidak tahu siapa saja saingannya," ujar Reza.



"Saya tidak terlalu mementingkan sepatu emas, yang penting saya main bagus sesuai instruksi pelatih dan semoga di akhir musim bonusnya ASTAM bisa meraih juara," tandas Reza.



Daftar perburuan gelar sepatu emas IJL U-13 bisa dibilang memang sangat ketat. Di bawah Reza ada nama teras sekelas Randi Ilham (Serpong Jaya) dengan delapan gol, jangan lupakan pula Odilo Pinutusta (ASIOP), Satrio Mega Insan (Salfas Soccer), Alief Apikri (Indonesia Rising Star) sampai Ervin Suardani (Garuda Junior) yang tidak ragu mengintip celah.


  • Tags