Rivandino Riansyah Tunggu Hasil Panen




IJL.Com- Keinginan Rivandino Riansyah untuk mengawal tembok pertahanan Salfas Soccer U-11 sudah tidak bisa dibendung lagi. Bukan kaleng-kaleng.

Tiga musim berturut-turut berlaga di kompetisi Indonesia Junior League membuat daya tahan Rivandino Riansyah semakin tangguh. Progresnya betul-betul menanjak baik dari karakter maupun tingkat kedewasaan dalam bermain.

2017 lalu, Rivandino jadi salah satu pemain yang ikut mengantarkan Salfas U-9 meraih gelar juara IJL Angkasa Pura 2 usai di final mengalahkan ASTAM lewat sebuah laga dramatis. Bersama Akmal Rusdiansyah dan Rakha Lubis, ketiganya adalah trisula andalan tim asal Kota Tangerang tersebut. Haus gol? Sudah pasti!

2018, aura Rivandino dan kawan-kawannya tidak berubah. Berhadapan dengan pemain yang punya usia satu tahun di atasnya, SS Gagak Rimang ia bawa ke babak semifinal.

2019 ini tugasnya berlipat ganda, tanggung jawab Rivandino jauh lebih besar. Faktanya hal tersebut tidak mudah ia dapatkan begitu saja.


Bukan hal yang mudah memang untuk mencuri hati pelatih Salfas, Choirul Anam. Aksi apik di atas lapangan saja tidak cukup, butuh komitmen dan konsistensi dari balik "panggung".

Perlahan, Rivandino mampu menjawab tantangan tersebut. Tidak heran ada pujian mengalir.

"Perkembangannya cukup maksimal dan progresif. Kedewasaannya sebagai pemain belakang terutama dalam soal membaca peta permainan lawan sangat mumpuni," ujar Choirul.



Ya, Rivandino memang mendapat tugas anyar di musim yang baru ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia banyak beroperasi di sektor lini depan mengacak-acak area pertahanan lawan, sekarang giliran dirinya menahan arus badai serangan.

Agak sedikit "terbatas" mencatatkan nama di papan skor seperti pada tahun-tahun sebelumnya tidak membuat Rivandino ambil pusing, faktanya saat jumpa Remci FC, ia tidak amnesia cara mengoyak gawang lawan. Namun memang pilihannya untuk mengawal tembok pertahanan Salfas bisa dibilang sudah tak terbendung.



Bukan kaleng-kaleng apalagi sekadar coba-coba, kualitas Rivandino sebagai jenderal lini belakang Salfas begitu menjanjikan. Kuat secara fisik dan cepat ambil keputusan, body balance Rivandino bisa dibilang adalah yang terbaik selama tiga pekan IJL U-11 berjalan. Caranya membayang-bayangi pergerakan pemain lawan pun tak kalah menawan, tenang dan sangat rapi.

Jadi tiang komando di balik pakem formula tiga bek Salfas, Rivandino juga sanggup menjadi jembatan untuk lini tengah. Jelas hal tersebut cukup memudahkan rekan-rekan setimnya mencuri gol lewat skema serangan balik.

Sekilas gaya permainan Rivandino amat mirip dengan seniornya di Salfas U-13, Adam Restu Perdana. Dari menit pertama sampai peluit panjang dibunyikan, tak pernah berhenti menggigit.

"Menjadi seorang bek adalah pilihan Rivandino sendiri, saya juga bukan pelatih yang mematok anak dalam satu spesialisasi posisi," tegas Choirul.




"Bisa dibilang dia adalah jenderalnya Salfas sekarang," pungkas Choirul




  • Tags

Top Categories

Popular News

Pembagian Hadiah & Closing Indonesia Junior Angkasa