Teje "Pasang Badan" untuk Achmad Malik Arfadi

by admin on 8 months ago




IJL.Com- Teje Junaedi Arfah membongkar betapa besarnya peran Achmad Malik Arfadi di skuat Abstrax FA. Redam emosi adalah kunci.

Butuh tenaga ekstra untuk melumpuhkan pertahanan Abstrax FA di kompetisi IJL Mayapada U-13. Memang sudah ada sembilan gol bersarang di gawang tim asal Pesanggrahan tersebut namun nama Achmad Malik Arfadi sudah cukup membuat pemain lawan banyak putar otak.

Layaknya bek Liverpool, Virgil van Dijk begitu peran Malik di lini belakang Abstrax FA. Pemain dengan jiwa kepemimpinan kelas wahid.

"Pemain yang paling konsisten dalam latihan dan bertanding. Ia juga panutan rekan-rekan setimnya karena itu ban kapten mendarat di lengan Malik," ujar pelatih Abstrax FA, Teje Junaedi Arfah.



Dibekali postur tubuh yang tinggi membuat Malik hadir sebagai palang pintu Abstrax. Sedikit banyak keunggulan anak asuhnya itu dimanfaatkan Teje sebagai formula mutakhir di atas lapangan.

"Dari tiga tahun lalu dia sudah bergabung di Abstrax FA, pemain yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan juga bek. Postur tubuh Malik memang paling besar dibanding rekan-rekan setimnya, itu yang saya manfaatkan," ungkap Teje.



"Tapi ia tidak hanya mengandalkan postur semata, Malik itu tipe pekerja keras dan ia benar-benar sosok kunci di lini belakang kami," sambung Teje lagi.





Layaknya seorang kapten tim, Malik jadi pemain yang paling banyak bertukar pikiran dengan Teje. Meski demikian bukannya tanpa celah, sang pelatih mengakui anak asuhnya itu masih agak labil soal meredam emosi di atas lapangan.

Namun justru disitulah peran Teje diuji. Catatan saat bek bernomor punggung 15 itu mendapat hukuman kartu merah saat laga kontra Indonesia Rising Star dua pekan lalu bisa jadi pelajaran berharga.


Ibarat hubungan seorang kakak dan adiknya, begitu mungkin cara Teje "melindungi" Malik. Ya, memang di belahan dunia manapun tugas pelatih sepak bola memang tidak melulu soal bongkar-pasang taktik.

"Malik ini sebenarnya anak penurut, apa yang saya perintahkan selalu ia terima dengan penuh motivasi. Di luar lapangan pun ia sangat sopan, benar-benar bisa jadi panutan dan membimbing teman-temannya. Sebelum pertandingan ia jadi pemain yang selalu paling banyak saya ajak bicara juga," ujar Teje.



"Walupun begitu saya masih harus bimbing dia soal tingkat emosional di atas lapangan. Malik harus paham menjadi pemain hebat syaratnya tentu benar-benar butuh perjuangan, apa kuncinya kalau mau berhasil tidak lain adalah mengontrol emosi," tandas Teje.



Akhir pekan nanti, performa Malik akan kembali diuji saat berhadapan dengan Pelita Jaya Soccer School. Duel kedua tim yang berlomba-lomba menjaga asa untuk masuk ke zona delapan besar sebagai syarat tiket menuju fase knock-out.

Ditelisik dari alur permainan, penyerang Pelita Jaya yakni Danu Ridho Fathan  akan jadi lawan "sepadan" untuk Malik. Tidak hanya itu nama Alwan Nabil Tectona Grandis juga patut diwaspadai jika Abstrax FA tak ingin pulang dengan kepala tertunduk.




  • Tags