Xavier Alexei; Dihipnotis Coutinho, Digembleng Tycho

by admin on 4 months ago




IJL.Com- Nama Philippe Coutinho tidak bisa lepas dari penggawa Brazillian Soccer School, Xavier Alexei Sulaeman. Sentuhan tangan dingin Tycho Timmerman membuat Alexei kian mantap bergoyang samba.

Bukan Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi, nama Philippe Coutinho jadi rujukan Xavier Alexei Sulaeman saat beraksi di atas rumput hijau. Bukannya tanpa alasan, goyang samba penggawa Barcelona itu sudah berhasil menghipnotis seorang Alexei.

Bukti kecintaan Alexei pada Coutinho ia tuangkan lewat nomor punggung yang melekat di jersey kebanggaan. Angka keramat rela dilepaskan.

"Coutinho itu keren, saya suka sekali gaya permainannya. Pertama kali lihat dia waktu bela Timnas Brasil tahun 2017," ujar Alexei.



"Dulu nomor punggung saya sembilan, setelah lihat Coutinho jadi 11," tambah Alexei seraya tersenyum.



Alexei sendiri berseragam Brazillian Soccer School sejak 2017. Kentalnya aroma samba di tubuh tim yang bermarkas di Legenda Football Arena (LFA), Tambun, Bekasi itu kian membuat dirinya nyaman.

Sosok Tyhco Timmerman, head-coach Brazillian Soccer School disebut Alexei punya peranan besar. Kebetulan, keduanya sama-sama penggemar berat Barcelona.

"Saya dilatih coach Tycho sejak 2016 saat masih di LFA, kemudian 2017 saat Brazillian Soccer School masuk dan sampai sekarang. Di Brazillian menu utamanya saat latihan benar-benar diasah skill individu, itu yang membuat saya betah," ujar Alexei.



"Satu lagi, coach Tycho adalah sosok pelatih yang sangat perhatian sekali dengan anak-anak muridnya," tambah Alexei.



Faktanya, karakter Tycho yang terbilang meledak-ledak pernah membuat kaki Alexei gemetar. Bukan sekali-dua kali bulu kuduk siswa kelas 7 SMPN2 Tambun itu berdiri.

Namun lambat laun, Alexei sudah terbiasa dengan teriakan membahana sang pelatih. Tanpa Tyhco di pinggir lapangan ibarat sayur tanpa garam.

"Dari umur sembilan tahun bareng coach Tycho, kadang masih suka kaget dengar suaranya yang meledak-ledak. Tapi sekarang lama-kelamaan sudah biasa," ungkap Alexei seraya tertawa lebar.



"Kelihatannya galak tapi sebenarnya dia itu baik, ya lebih tepatnya memang tegas," sambung Alexei.





Cerita unik pun diutarakan Alexei selama ditangani Tycho. Usut punya usut, ternyata sang pelatih punya "panggilan akrab" untuk pemain yang sudah menyumbang dua gol untuk Brazillian di gelaran IJL U-13 tersebut.

"Pertama kali ikut latihan saya bikin kesalahan, coach Tycho teriak-teriak manggil saya tapi yang ia sebut itu Hafier bukan Xavier. Ya karena tidak merasa dipanggil, saya diam saja," ungkap bocah kelahiran 9 Februari 2007 itu.



"Biarpun sudah dikasih tahu nama saya Xavier tapi sampai sekarang hampir empat tahun tetap saja coach Tycho manggilnya Hafier," tambah Alexei tak kuasa menahan tawa.



Akhir pekan nanti, aura magis goyang Samba Alexei akan ditempa kala berhadapan dengan Stoni Indonesia. Laga bertajuk Derby Bekasi kian menambah panas aroma di atas lapangan.

"Ada dua teman sekolah saya memperkuat Stoni yaitu Mochamad Minrosy Izziy dan Satria Indra Sakti. Sudah tidak sabar bertemu mereka di atas lapangan," tandas Alexei seraya tersenyum.




  • Tags