Zaky Abiyasa Ihsan: Melawan dengan Sehormat-hormatnya




IJL.Com- Meski peluang ke fase knock-out 16 Besar Indonesia Junior League (IJL) U-13 terbilang sangat kecil, semangat tempur kiper Stoni, Zaky Abiyasa Ihsan tak lantas jadi surut. Akhiri, bawa pulang senyuman manis.

Grup D Sensation IJL U-13 musim 2020/2021 tinggal menyisakan satu laga lagi. Tiga tim sudah dipastikan lolos ke fase knock-out 16 Besar yaitu Putra Sejati, SMPIT Taruma FA dan Young Warrior. Surya Bakti Cilegon siap menyusul, butuh satu poin saja guna menyegel tiket bergengsi.

Saat ini Surya Bakti bertengger di peringkat keempat tabel klasemen sementara sebagai syarat terakhir pemegang tiket fase knock-out 16 Besar dengan raihan 15 poin lewat enam laga. Pesaing terdekatnya yaitu KMJR Cilegon dan Stoni hanya sanggup mengumpulkan 11 poin saja.

Praktis, jikalaupun Surya Bakti tersungkur di partai terakhir, mereka bisa tetap mengamankan satu poin memanfaatkan regulasi pemain 12+. Jelas, M Raidil Adha dan kawan-kawan tak mau begitu saja menggadaikan mimpi yang sudah ada di depan mata.

Fakta di atas tidak membuat penggawa Stoni, Zaky Abiyasa Ihsan jadi gamang. Meski kans timnya untuk lolos ke fase knock-out 16 Besar terbilang sangat kecil, ia menjanjikan semangat tempur anak-anak Bekasi tak kenal kata surut.

Yang menarik, di laga terakhirnya, Stoni akan berjumpa Surya Bakti Cilegon. Pasti, Zaky tak mau begitu saja memberikan "karpet merah" untuk tim lawan.

"Pastinya harus tetap semangat, walaupun akhirnya kami tidak lolos ya anggap saja hanya kurang beruntung dan masih harus lebih banyak belajar," ujar Zaky seraya tersenyum lepas.



"Semoga satu laga tersisa bisa kami tutup dengan kemenangan sekaligus mengakhiri kompetisi IJL U-13 musim ini dengan senyuman manis," tutur fans berat penjaga gawang Barcelona dan Timnas Jerman, Marc Andre Ter Stegen tersebut.

"Sebagai kiper, tentunya ingin pulang dengan catatan clean-sheet juga," tambah Zaky yang sudah mencicipi atmosfer IJL sejak musim 2018 saat masih berseragam Maisa Bekasi.



Walaupun harus lebih cepat "angkat koper", Stoni pantas menepuk dada. Pasalnya, skuat besutan Maulana Imron Dwi Putra itu jadi tim kedua yang paling sedikit kebobolan (enam gol) di Grup D Sensation setelah SMPIT Taruma. 

Di atas lapangan, Putra Sejati dan Young Warrior pernah dibuat menderita hingga terpaksa menunggu gol tunggal penentu kemenangan di menit-menit akhir. Gaya permainan terbuka ditonjolkan kontra SMPIT Taruma meski akhirnya kalah dengan skor 1-2. Dari sisi performa, pantas ada nilai progresif.

"Andaikan waktu bisa diputar lagi, saya ingin mengulang laga kontra Putra Sejati. Mereka punya gaya permainan bagus dengan materi pemain yang baik," ujar Zaky.



"Saya rasa kami kurang beruntung dan tidak pantas kalah di laga itu, sayang sekali ya harus kebobolan gol penalti di menit-menit akhir," tandas Zaky mencoba tersenyum.




  • Tags