12 Nama Pemain IJL Elite Resmi Dirilis




IJL.Com- Komite Indonesia Junior League resmi merilis 12 nama skuat pemain IJL Elite (U-11) musim 2018. Dari belakang sampai ke depan jadi bukti buah manis menikmati ketatnya kompetisi selama enam bulan lamanya. Berikut susunan anak-anak terpilih itu.




Kiper:


M Farel (Putra Sejati): 


King of clean sheet hingga the special one, entah julukan apa lagi yang layak disematkan untuk seorang Farel.

Kiper yang paling jarang memungut bola dari gawangnya sendiri. Tidak heran, sarung tangan emas mendarat di pelukan Farel. Mampu membayar tanggung jawab besar yang disematkan untuk dirinya dari tim pelatih Putra Sejati jadi nilai tambah untuk bocah dengan ekspresi dingin tersebut.






Bek:



M Zamzami (Maesa Cijantung)


Representasi bek modern di kompetisi IJL Mayapada U-11, pemain paling taktis di area lini belakang.

Zami bermain bak seorang prajurit terakhir, pemain paling "rajin" menjatuhkan lawan namun cukup efisien untuk menjaga daerah pertahanan . Lihai dalam melepaskan eksekusi bola-bola mati membuat Zami selalu tampil beda. Satu lagi, ia selalu tampil meledak-ledak, tambahan motivasi untuk rekan-rekan setimnya.






Lakeswara Bahy (Serpong Jaya)


The next Hansamu Yama begitu rekan-rekannya di Serpong Jaya menyebut sosok Lakeswara Bahy.

Bicara ketenangan di garis lini belakang, Lakes adalah juaranya. Bek yang sering membuat lawan jatuh namun tidak berbuah pelanggaran hingga merugikan timnya sendiri. Lihai dalam duel bola udara jadi karakter tak terbantahkan untuk seorang Lakes.






Banyubiru Pramudyasmoro (ASIOP Apacinti)


The great Banyu, bek berbadan besar dengan fighting spirit sangat tinggi. Butuh banyak kejelian untuk mengelabui Banyu.

Penampilannya sangat tenang di lini belakang ASIOP bak air mengalir namun dalam keadaan terdesak maka Banyu bisa hadir seperti badai di tengah lautan menerjang lawan-lawannya. Staminanya yang selalu prima dalam kurun waktu 2x15 menit jadi nilai tambah untuk pemain bernomor punggung empat tersebut.







Tengah:



Rifal (Sparta)


Pemain serba bisa dengan nilai jual paling mahal, bunglon di atas lapangan hijau.

Top-skorer IJL Mayapada U-11 dengan torehan 16 gol. Rifal juga punya keunggulan dalam hal lemparan ke dalam (throw-in), teknik langka untuk ukuran pemain seusianya. Tidak jarang, kejelian Rifal tersebut jadi kunci pembuka kran gol Sparta.






Naufal Firdaus Marasabesy (Villa 2000)


Salah satu winger terbaik di kompetisi IJL Mayapada U-11, pemain berdarah Indonesia Timur yang punya tipe seorang fighter sejati.

Menyisir pos sayap jadi salah satu keunggulan Naufal di atas lapangan. Gaya olah bolanya sulit ditebak, ia juga pandai melepaskan diri dari kawalan pemain lawan.






Nabil Mafaiz ( Maisa Bekasi)


Pemain dengan kaki kiri paling aduhai, ciri khasnya dengan bermain lebar membuat ia semakin unggul di lini sayap.

Faiz termasuk salah satu raja free-kick di kompetisi IJL Mayapada U-11. Sepakannya terbilang tidak biasa, kekuatan kaki kirinya sangat istimewa membuat penonton tak jarang angkat topi. Andaikan ia tampil lebih fit mungkin Maisa Bekasi bisa bicara lebih banyak di babak play-off champions.






Damar Bhawono (All Star Galapuri)


Gelandang dengan karakter elegan pantas disematkan jika melihat cara Damar mengolah si kulit bundar di atas lapangan. 

Penghubung lini tengah dan depan All Star Galapuri. Handal dalam memainkan skema bola mati jadi nilai tambah untuk Damar. Mampu mengendalikan emosi meski selalu jadi "santapan" pemain lawan membuat Damar mampu menjaga konsistensi permainan di atas lapangan. 





M Isfandyar (Putra Sejati)


Superhero, nomor 23 rasanya memang cocok untuk pemain sekelas Isfandyar. Aura kebintangan Michael Jordan hingga David Beckham melekat dalam dirinya.

Dua gol ke gawang ASTAM di babak final champions jadi bukti betapa emasnya sentuhan Isfandyar untuk Putra Sejati. Jam terbang memang bicara lebih banyak, harus diakui Isfandyar adalah pemain dengan mentalitas bertanding terbaik selama kompetisi IJL Mayapada U-11 berjalan.








Penyerang:



M Habsy (Putra Sejati)


Total 15 gol diciptakan, pemain yang punya positioning paling aduhai, tipe finisher sejati.

Dua musim berturut-turut bermain di IJL membuat Habsy semakin dewasa. Terasah di atas lapangan terutama dalam urusan menggedor jala gawang lawan. Jika sudah dalam kondisi 100 persen, garansi mencatatkan nama di papan skor ada dalam diri pemain bernomor punggung 12 itu.






Fabian Yafa (Pro:Direct Academy)


Pemain dengan karakter nomor punggung sembilan, predator sejati di dalam kotak penalti lawan. Catatan 13 gol di IJL Mayapada U-11 jadi bukti sahi teror Fabian.

Penyerang haus gol dengan teknik tendangan bebas ciamik juga jadi nilai tambah untuk Fabian. Ia juga tidak pelit membuka ruang sehingga rekan-rekannya mampu mendapatkan peluang. Tipe jurugedor modern.






Akmal Rusdiansyah (SS Gagak Rimang)


Akmal Rusdiansyah, pemain dengan gaya paling stylish jika sudah bicara soal skill individu. 

Akmal bisa bergerak secara liar di setiap sudut jengkal lapangan. Cukup handal dalam mengatur ritme permainan, tidak takut bermain satu dua sentuhan dari sisi sayap, crossingnya kerap memanjakan rekannya di depan mukut gawang. Jatuh sekali namun sanggup bangun lagi beribu-ribu kali.




  • Tags