Abstrax Bosan Telan Pil Pahit

by admin on 2 months ago




IJL.Com- Anak-anak Abstrax FA tak mau terus-menerus menjadi bulan-bulanan tim lawan. Hasil apik di laga pekan keenam IJL U-9 jadi bukti anak asuh Arip Jaelani makin solid.

11 poin dari 11 laga, kemasukkan 24 gol dan hanya memasukkan satu sejauh ini jadi torehan maksimal yang diraih anak-anak Abstrax FA di gelaran IJL U-9. Materi pemain yang jauh berbeda dibanding musim sebelumnya membuat tim asal Bintaro, Pesanggrahan tersebut masih tertatih-tatih di dasar klasemen.

Meski demikian, Abstrax tak mau cepat-cepat mengibarkan bendera putih. Satu yang pasti mereka juga ogah terus-terusan menjadi bulan-bulanan tim lawan.

Titik cerah mulai terlihat berkaca dari hasil laga pekan keenam IJL U-9, Minggu (4/8). Dua hasil imbang dibawa pulang Abstrax saat berbagi angka dengan Atlas FC dan Maesa Cijantung lewat skor kacamata.

Senyum semringah jelas terpancar dari wajah sang pelatih, Arip Jaelani. Ya, bisa dibilang Arip kini mulai bisa bernafas lega.

"Ya bisa dikatakan seperti itu, ada titik cerah. Dua hasil imbang kemarin jadi modal agar skuat Abstrax semakin dan kian solid. Berkaca dari laga melawan Atlas dan Maesa, PR kami kini ada di penyelesaian akhir. Semoga bisa membaik dan berujung kemenangan perdana di pertandingan berikutnya," ujar Arip.



Kinerja lini belakang yang mulai memperlihatkan progres signifikan membuat Arip tak ragu angkat topi. Pasalnya memang tidak mudah membendung Atlas dan Maesa yang di laga pekan sebelumnya tengah on-fire.

Barikade bek Abstrax kini bermain lebih spartan. Sektor penjaga gawang pun tak kalah mencuri perhatian. Jika terus bermain seperti akhir pekan lalu, bukan tidak mungkin Abstrax bisa berbicara lebih banyak.

"Alhamdulillah ada peningkatan, seperti yang saya bilang makin solid. Ada progres terlihat mulai dari segi penerapan strategi permainan sampai bagaimana anak-anak memahami instruksi pelatih, khususnya di sektor lini belakang dimana transisi kian membaik berkat hasil latihan," ujar Arip.





"Selalu ada titik evaluasi untuk anak-anak dalam penerapan strategi permainan. Alhamdulillah, pelan-pelan mereka mulai mencernanya," tambah Arip.



Sebagai pelatih, Arip memang harus lebih jeli lagi memompa semangat anak asuhnya mengingat IJL bukanlah kompetisi "kejar tayang". Ia meyakini, dari pekan ke pekan meski harus rela menelan pil pahit pada akhirnya ada buah manis bisa dipetik Dzaki Mirza dan kawan-kawan.

"Saya tidak pernah kekurangan rasa percaya ke anak-anak yang berjuang di atas lapangan, terus berusaha menjaga komunikasi intensif dengan orangtua murid juga tidak kalah penting," ujar Arip.







"Apapun hasilnya di papan skor harus ada laporan progres tiap pemain yang berkompetisi di IJL. Alhamdulillah orangtua murid selalu memahami dan punya komitmen juga konsistensi untuk terus berada di belakang kami," tandas Arip.




  • Tags