Abstrax Menangkal Badai

by admin on 10 months ago




IJL.Com- Ujian besar datang menerpa Abstrax FA jelang laga kontra Ragunan Soccer School. Gaya gegenpresing jadi trik paling ampuh.

Pekan ke-11 IJL Mayapada U-13 Grup Phenomenon jadi momen yang tepat untuk Abstrax FA kembali menjemput poin penuh. Torehan positif  di laga terakhir usai membungkam Indonesia Rising Star jadi modal terbaik jelang adu kuat dengan Ragunan Soccer School.

Namun Abstrax FA harus lebih ekstra waspada. Seperti diketahui, di atas lapangan nanti mereka harus tampil tanpa bek andalannya, Achmad Malik Arfadi yang diberi hadiah kartu merah saat partai kontra IRS.

Kehadiran Malik memang begitu sentral untuk lini belakang Abstrax FA. Selain berperan sebagai seorang kapten, bek bernomor punggung 15 itu juga terbilang lihai dalam membaca alur serangan bola-bola mati dari tim lawan mengandalkan postur tubuh yang cukup menjulang.

"Iya itu sudah kami antisipasi di latihan sebelum libur tahun baru kemarin artinya sudah ada persiapan dari jauh-jauh hari. Ada rotasi pemain untuk menggatikan posisi Malik," terang pelatih Abstrax FA, Teje Junaedi Arfah.



"Intinya anak-anak harus tetap konsisten dalam menyerang juga bertahan. Keyakinan itu mesti dijaga di atas lapangan meski Malik absen," ujarnya lagi.



Ujian makin berat manakala Lionel Vikki dan kawan-kawan dipastikan juga tidak akan didampingi oleh Teje secara langsung. Seperti diketahui, sang pelatih saat ini sedang berada di Bali guna mengambil lisensi kepelatihan C AFC.

Namun Teje tak mau semangat anak asuhnya menjadi kendur. Berpegang teguh pada prinsip dasar latihan jadi pesan yang ia sisipkan.

"Yang pasti pemain harus bermain dengan maksimal dan menang, tidak perlu khawatir karena ada coach Tyo mendampingi," tegas Teje.

"Memaksimalkan peluang untuk mencetak gol dan bermain dengan apa yang sudah di set-up saat latihan," sambung Teje lagi.







Konsentrasi lini belakang Ragunan Soccer School yang masih sering goyang nampaknya jadi salah satu kesempatan yang bisa dimanfaatkan Abstrax FA. Asal lihai mencuri momentum maka akan terasa lebih menjanjikan ke depannya.

Ragunan Soccer School sendiri jadi tim yang paling banyak kebobolan selama lima laga Grup Phenomenon. Dua pertandingan terakhir mereka bahkan harus memungut bola sembilan kali dari gawang, total kini sudah ada 12 gol bersarang.

Dari catatan statistik yang ada, Ragunan juga jadi tim yang paling sering kebobolan di menit-menit awal. Laga melawan Villa 2000 dan Satria Muda FA bisa jadi bukti paling sahih.

Itu pula yang dipahami sepenuhnya oleh Teje. Sedikit membuka rahasia, gegenpresing ala Jurgen Klopp diyakini Teje adalah cara paling ampuh menikam nafas tim lawan.

Gol semata wayang Abstrax FA ke gawang IRS pun adalah buah manis dari trik gegenpresing. Dalam hal ini peran gelandang "pengangkut air" dalam diri Irsan Nur Azzis akan terasa makin vital.

"Saya sudah mengamati beberapa video pertandingan Ragunan Soccer School, dengan cara pressing yang sudah saya bangun dari persiapan awal kompetisi ini akan menguntungkan untuk kami. Ya jadi semoga hasil baik yang akan diraih," tandas fans berat Liverpool itu.





Walaupun demikian sekali lagi absennya Malik harus lebih direspon secara lebih positif oleh anak-anak Abstrax FA. Ragunan Soccer School tentunya bukan tim "kemarin sore", kehadiran seorang pemain sekelas Nuno Leoporto Verdial Tipe adalah pembeda sepanjang 2x25 menit jalannya laga.



Nuno sendiri bermain bak badai yang menghempas lautan dengan karakternya yang enerjik dan powerfull. Sedikit saja salah langkah membaca pergerakan pemain berdarah Nusa Tenggara Timur itu maka bisa fatal akibatnya.







  • Tags