Achmad Ramdani; Gerilya Si Rambo dari Kota Patriot




IJL.Com- Niatnya begitu tulus untuk mengharumkan kembali nama sepak bola Bekasi. Bak seorang Rambo, Achmad Ramdani tak kenal lelah terus bergerilya berburu generasi penerus Nur Alim.

Sepak bola sudah jadi pilihan hidup seorang Achmad Ramdani. Ia pun tidak bisa jauh-jauh dari Bekasi, kota yang sudah sangat dicintainya.

Bagaimana tidak, di Bekasi ia melabuhkan cinta. Disana pula Ramdan mulai mengejar mimpinya.

"Saya orang Jakarta asli, lahir di Ibu Kota. Tapi saya punya istri orang Bekasi dan kebetulan juga saya kerja di Bekasi," ujar Ramdani.



Menyebut nama Bekasi, Ramdani praktis akan mengingat kisahnya bersama Persipasi. Seperti diketahui, ia pernah membela Laskar Patriot selama lima tahun.

Kini rasa cinta yang teramat besar itu memang sudah agak sedikit "membumi". Ya, dirinya memilih untuk bergabung dengan salah satu SSB di Bekasi yaitu Maisa pasca gantung sepatu.

"Saya gabung di Maisa sejak 2014, ya tepat setelah gantung sepatu bersama Persipasi," ujarnya.



"Kebetulan pelatih-pelatih Maisa ini kebanyakan mantan pemain Persipasi juga, kita kumpul lagi di sini. Pemilik Maisa juga sudah sangat kenal baik dengan kami," tambah eks pemain Perserang Serang itu.





Ramdani sendiri meyakini pilihan dirinya menjadi pelatih SSB bukan sekadar tuntutan profesi semata. Menghidupkan kembali gairah sepak bola Bekasi yang lama meredup jadi alasan paling mendalam.

Ya, meski secara skala nasional klub-klub sepak bola di Bekasi sepi akan prestasi, reputasi Kota Patriot sebagai penghasil talenta emas pesepak bola Tanah Air sempat harum pada masanya. Tercatat pernah ada nama-nama besar seperti Nur Alim, Firmansyah sampai Maman Abdurahman.

"Saya ingin sekali berbagi ilmu dan pengalaman kalau sepak bola itu bisa jadi salah satu hobi yang bisa menghasilkan. Semuanya harus dibentuk sejak usia dini, tidak bisa instan," ujarnya.




"Beberapa tahun ke belakang sepak bola Bekasi memang meredup padahal dulu kami salah satu penyumbang terbanyak pemain Timnas Indonesia," tegas pria yang mengawali karirnya sebagai penggawa PSJS Jakarta Selatan itu.



"Saya yakin di Bekasi masih banyak bibit yang masih bisa digali. Kami ingin cari generasi penerus Nur Alim," ucapnya lagi.



Semangat berapi-api dari Ramdan itu memang sudah tertanam dalam dirinya sejak lama. Tidak salah saat berseragam Persipasi ia pernah dapat julukan khusus yaitu Rambo.

Merujuk pada film ikonik keluaran Hollywood, Rambo sendiri mengkisahkan kisah prajurit Amerika yang terjun di medan perang Vietnam. Di layar lebar dikisahkan hebatnya seorang Rambo memporak-porandakan pasukan Vietkong hanya seorang diri.

"Iya julukan itu saya dapat saat membela Persipasi, dari mantan pemain Timnas Indonesia yaitu coach H Warta Kusuma. Saya sendiri tidak tahu kenapa dia beri saya nama Rambo," ujar Ramdani tertawa.

"Atau mungkin beliau pernah melihat saya di atas lapangan sendirian melawan banyak bek lawan lalu bisa menang ha-ha-ha," tandas Ramdan yang semasa menjadi pemain berposisi sebagai gelandang serang juga striker itu.





Bukan tidak mungkin, mental ala Rambo itu pula yang dibawa Ramdan saat membesut Maisa Bekasi saat ini. Terus bergerilya tanpa henti, tak pernah kehabisan amunisi demi masa depan sepak bola Kota Patriot.



  • Tags