Ahmad Bayhaqi; Lilin Kecil yang Menolak Padam




IJL.Com- Terselipnya nama Ahmad Bayhaqi dalam daftar pemain skuat IJL All Stars U-13 Grup Phenomenon membuat pelatih Indonesia Muda Utara (IMUT), Mario Agustinus Lalumedja tak kuasa menyembunyikan kegembiraannya. Faktanya, el capitano memang layak jadi lilin kecil yang menolak padam.

Desember 2018 lalu, IJL News pernah mengupas betapa krusialnya peran Ahmad Bayhaqi di lini belakang IMUT. Tangguh dan gigih, DNA kental Indonesia Muda mengalir deras dalam darahnya.

Gaya bicara Bayhaqi yang lugas saat diwawancarai IJL News jadi salah satu bukti kenapa ban kapten melingkar dengan gagah di lengannya. Tidak heran, juga ia begitu mengidolakan pemain legendaris AC Milan, Paolo Maldini.

"Sudah sejak awal gabung di IMUT memang posisi saya sebagai seorang bek. Kalau ditanya alasannya kenapa, ya gara-gara ayah saya menceritakan kehebatan Paolo Maldini," ujar Bayhaqi saat itu.



"Saya lihat gaya permainan Maldini di YouTube, benar-benar bek yang tangguh, bersih dan jarang sekali melakukan pelanggaran-pelanggaran. Ayah juga bercerita soal jiwa kepemimpinan Maldini, itu yang harus saya tiru katanya," tambah Bayhaqi lagi.





Pelatih IMUT, Mario Agustinus Lalumedja memang tak banyak pikir panjang saat memberi kepercayaan ban kapten untuk Bayhaqi. Alasannya kuat, tak bisa diganggu gugat.

"Jiwa kepemimpinannya yang membuat dia beda dengan pemain lainnya. Di IMUT, hanya Bayhaqi yang bisa," tegas Mario.



"Dia bisa menjadi tembok yang kokoh di belakang. Bayhaqi juga bisa menciptakan peluang hingga menjadi gol," tambah Mario.



Nukilan catatan statistik itu pula yang membuat tim komite pemain IJL tak ragu memasukkan nama Bayhaqi dalam jajaran pemain All Stars U-13 dari Grup Phenomenon. Meski IMUT berada di posisi juru kunci, hal tersebut tak lantas begitu saja menghapus kontribusi mahal el capitano.

Penampilan terbaik Bayhaqi bisa dibilang ada di laga kontra Villa 2000. Dua gol dicetaknya sebagai penggenap pesta kemenangan, bermain tanpa celah di lini belakang membuat barisan juru gedor Black Orange "skak mat".

Bisa dibilang, Bayhaqi ibarat simbol lilin kecil yang tak pernah mau padam, terangnya begitu memberi warna dan secercah harapan. Ya, tidak hanya bagi dirinya sendiri namun juga keluarga besar skuat IMUT.

"Pertama-tama cukup kaget juga dan tidak menyangka kalau kami yang berada di dasar klasemen bisa mendapat kehormatan mengirimkan salah satu pemainnya. Terimakasih untuk IJL khususnya pak Rezza Lubis. Semoga Bayhaqi bisa menjadi motivasi buat rekan-rekannya di IMUT," ujar Mario.



"Saya rasa Bayhaqi memang sangat layak membawa nama IMUT di laga perang bintang," tandas Mario.



Di IJL All Stars U-13 Grup Phenomenon nanti, Bayhaqi akan dibesut juru taktik M'Private Soccer School, Mulyadi. Bagi Mulyadi, Bayhaqi bukan wajah yang asing karena pada babak penyisihan grup lalu hampir saja membuat tim asuhannya gigit jari.



  • Tags