Ananda Kiyoshi: Mencium Rekam Jejak Kimiko




IJL.Com- Terjun di kompetisi Indonesia Junior League, Ananda Kiyoshi langsung menyelam sambil minum air. Nama Kimiko Sadiya Mcramond disebut-sebut jadi panutan.

Langkah "anti-mainstream" ditapaki penggawa M'Private Soccer School U-11, Ananda Kiyoshi. Sisi feminim menjadi daya lecut guna menggenapkan emansipasi wanita yang sesungguhnya. Kartini masa kini bukan dongeng pengantar tidur.

Rambut hitam panjang dikepang, Kiyoshi tak ubahnya pendekar di film-film kolosal. Bedanya, bukan kuda yang ia tunggangi namun badai serangan lawan. Bukan juga sebilah pedang digenggam, namun sepasang sarung tangan.



Ya, Kiyoshi tidak ragu berdiri sebagai garda terakhir benteng pertahanan alias penjaga gawang M'Private. Menurutnya, buat apa takut untuk tampil beda.

Di kancah IJL U-11 musim ini, ada dua pesepak bola wanita yang memilih menjadi seorang kiper. Selain Kiyoshi, muncul Aqella Quenn Azurra dari Tajimalela FA.

Melihat srikandi rumput hijau melakoni peran sebagai penjaga gawang, ragam reaksi wajar bermunculan. Dari mengerenyitkan dahi sampai angkat topi. Kok ya berani?

"Ini musim pertama saya tampil di IJL. Kesana yang pertama didapat itu tegang dan gugup karena lawan yang dihadapi bagus-bagus semua," ujar Kiyoshi.



"Kenapa mau jadi kiper? Saya suka mencari tantangan yang lebih berat karena jarang juga kan pesepak bola wanita mau jadi penjaga gawang," tambah Kiyoshi yang mengaku sangat mengidolakan portiere Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa tersebut.



Selain Andritany, ada satu nama lain yang disebut Kiyoshi jadi alasan dirinya berani menyelam sambil minum air. Tidak lain dia adalah Kimiko Sadiya Mcramond.

Kimiko sendiri bisa dibilang merupakan salah satu pemain wanita ikonik asal M'Private yang pernah meramaikan gelaran Indonesia Junior League selama tiga musim berturut-turut. Julukan 'Wonder Woman' sampai 'Captain Marvel' pernah tersemat dengan manis.

Label jebolan IJL All Stars 2017 direngkuhnya. Catatan hattrick ia bukukan ke gawang Indonesia Rising Star pada musim 2019 lalu. Alamat bahaya jika memandang Kimiko dengan sebelah mata hanya karena status gender semata.

"Oh iya saya juga terinspirasi dengan Kimiko. Kebetulan dia kakak kandung saya, jadi ya pasti sangat mengenalnya," ungkap Kiyoshi.

"Alasan saya bermain bola dan mau tampil di IJL juga karena kak Kimiko," tambah Kiyoshi seraya tersenyum lebar.



Dukungan penuh Kimiko bagai "cambuk" bagi Kiyoshi. Ya, tidak ada salahnya ia punya mimpi mengikuti rekam jejak manis sang kakak.

Bukan bermaksud untuk mengekor tentunya. Menyerap energi positif semampu selagi bisa, tidak ada salahnya bukan?

"Respon kak Kimiko begitu tahu saya mau jadi kiper pastinya senang dan bangga karena dia tahu saya main bola karena termotivasi melihatnya," ujar Kiyoshi.



"Dapat dukungan penuh juga dari kedua orangtua jadi ya semakin berani jadi kiper," tandas Kiyoshi.




  • Tags