Asa Itu Masih Ada CISS!




IJL.Com- CISS menggenapkan misinya untuk bermain nothing to lose saat jumpa Prima Soccer School. Jaga asa selagi masih ada.

Sepak bola bukan hitung-hitungan di atas kertas. Posisi di tabel klasemen bukan jadi faktor penentu akhir jalannya laga. Tidak percaya? Tengok saja hasil yang diraih CISS saat jumpa Prima Soccer School dalam lanjutan laga pekan ke-13 Indonesia Junior League U-13, Sabtu (9/1).

Sebelum laga dimulai, Dedy Suryaman selaku juru taktik CISS memilih untuk bersikap realistis. Pasalnya, Prima ada di zona tabel papan atas klasemen. M Zaidan Zamzami dan kawan-kawan juga belum terkalahkan. Sebaliknya, CISS dihantui tren negatif.

Namun lagi-lagi, bukan sepak bola namanya jika sepi dari kejutan. Gol tunggal Fabio Oemar mematahkan semua prediksi yang berseliweran.

"Performa anak-anak cukup baik, bermain lepas tanpa beban. Saya apresiasi sekali perjuangan mereka meskipun kondisi lapangan terguyur hujan yang tentu sangat menguras tenaga," ujar Dedy seraya melempar senyum semringah.



Tidak dapat dipungkiri juga sebenarnya kemenangan CISS tak lepas dari campur tangan dewi fortuna. Invasi serangan bertubi-tubi Prima dihadapi dengan penuh rasa tabah. Ujungnya kesempatan tim lawan menyamakan kedudukan lewat titik penalti pun tak mempan.

Beruntunglah juga penjaga gawang CISS, Muhammad Fadli berada dalam performa terbaiknya. Salah satu aktor utama yang membuat prajurit Prima gigit jari.

Di atas lapangan, 2x25 menit terasa sangat lama untuk anak-anak CISS. Sebaliknya begitu sebentar bagi pasukan Prima.

Dedi pun tak menyangkal jika tim besutannya memang bermain dengan formula bertahan. Gol semata wayang Fabio Oemar pun ia yakini bukan serta merta jauh dari langit begitu saja. Ya, dibalut skenario matang.

"Gol dari skema serangan balik menguatkan mental anak-anak," jelas Dedy.



"Memang menghadapi tim seperti Prima Soccer saya instruksikan anak-anak untuk bertahan terlebih dahulu agar bisa melancarkan serangan balik," sambung Dedy.



Poin penuh yang dibawa pulang atas Prima praktis menghidupkan kembali asa CISS untuk melaju ke fase knock-out 16 Besar mengikuti jejak prestasi musim lalu. Saat ini Muhammad Fadli dan kawan-kawan bertengger di peringkat ketujuh tabel klasemen sementara Grup C Sensation dengan raihan 12 poin dari enam laga.

Jarak dengan Prima yang berdiri di peringkat keempat sebagai syarat terakhir pemegang tiket fase knock-out 16 Besar kini hanya terbentang tiga poin. Ya, tidak ada yang tidak mungkin.

"Mental bertandingnya yang saya himbau kepada anak-anak agar diperbaiki, jangan cepat putus asa dalam bermain tetap semangat sampai peluit terakhir berbunyi," tegas Dedy.





"Insya Allah, mudah-mudahan ada peluang untuk melaju ke fase knock-out 16 Besar," tandas Dedy.




  • Tags