ASIOP: Gugur untuk Tumbuh Bersama




IJL.Com- Gugur lebih cepat di fase Champions 16 Besar Indonesia Junior League U-9 bukan berarti misi ASIOP gagal total. Ada proses lebih berharga bertajuk tumbuh kembang. 

Total torehan tujuh poin jadi pencapaian maksimal anak-anak ASIOP saat melakoni fase Champions 16 Besar IJL U-9, Minggu (6/6). Catatan satu menang, satu imbang dan satu kalah dibawa pulang anak-anak 'Mutiara dari Senayan'. 

Hasil tersebut membuat ASIOP harus puas menutup kiprahnya di IJL musim ini dengan nangkring di posisi ketiga Grup A fase Champions 16 Besar. Dua tiket perempatfinal pun harus direlakan untuk FIFA Farmel dan Jayakarta. 

Bagi ASIOP, gugur lebih cepat bukan berarti gagal total. Sang pelatih, Arief Gunawan mengaku salut dengan kebulatan tekad anak-anak asuhnya di atas lapangan. 

Ya, walaupun tiket perempatfinal tak bisa dikantongi, anak-anak ASIOP layak pulang dengan senyuman. Skor dua gol tanpa balas atas SSJ Kota Bogor di partai terakhir jadi bukti konkret daya juang sampai tetes keringat terakhir. 

"Performa anak-anak sangat progres, saya menilai dari awal mulai pekan pertama di IJL sampai pertandingan kemarin. Luar biasa perkembangan dan daya juang mereka," ujar Arief. 



"Menurut saya, memang dunia si kulit bundar tidak luput dari keberuntungan. Tidak apa-apa, supaya anak-anak belajar arti sepak bola yang sesungguhnya. Bahwa ini bukan soal menang atau kalah, tapi kekompakan dan berjuang bersama-sama," seru Arief seraya tersenyum lebar. 





Proses bertajuk tumbuh kembang bersama menurut Arief jauh lebih penting bagi ASIOP. Tidak hanya dari sisi pemain namun juga pelatih. 

Sebagai pelatih yang bisa dibilang masih seumur jagung, ketatnya atmosfer kompetisi IJL membuat mata Arief makin terbuka lebar. Timbul dan tenggelam,  tawa dan tangis dilewati untuk kembali jauh lebih kuat. 

"Melihat perkembangan anak-anak dengan mata kepala sendiri itu menjadi kebahagiaan teristimewa bagi saya. Pelajaran yang berharga dan mahal sekali," ujar Arief. 



"Apalagi ada beberapa pemain yang hampir terbilang baru pertama kalinya mengikuti kompetisi seperti ini. Atmosfer yang diciptakan IJL bisa membuat kami menangis dan tertawa bersama," tutup Arief. 






  • Tags