M Femmy Asyandri: Warsidi Gaya Baru




IJL.Com- Gaya Muhammad Femmy Asyandri  saat mematahkan serangan lawan menyeret pelatih Olympia FA U-9, Warsidi Ardi ke lorong waktu. Solid ditempa, visi ditanam. 

Olympia FA semakin membuktikan kelasnya sebagai tim debutan yang kian diperhitungkan di kancah Indonesia Junior League U-9 musim 2020/2021. Sengitnya fase Champions 16 Besar berhasil dilompati, runner-up klasemen Grup D dikunci sebagai syarat untuk melaju ke babak perempatfinal. 

Rekor nir-kekalahan semenjak dari babak penyisihan grup berhasil dijaga pula. Tidak ketinggalan ada catatan clean-sheet dibukukan. Ya, itu artinya selama 19 laga di IJL U-9 musim ini, Olympia baru kebobolan satu gol saja. 

Tak dapat dipungkiri, tebalnya benteng pertahanan jadi salah satu pilar kekuatan Olympia. Tanpa bermaksud mengecilkan peran pemain lain, nama Muhammad Femmy Asyandri layak dapat sorotan. 

Garansi aman selalu diperagakan bocah yang perawakannya mirip dengan pemain legendaris Timnas Inggris, Paul Gascoigne tersebut. Ogah kompromi, tak kenal neko-neko alias hajar bleh! 

"Femmy punya karakter bek yang doyan sapu bersih. Dia tidak mau banyak ambil risiko," ujar Warsidi seraya tersenyum lebar. 



"Jadi teringat gaya main saya dulu, ya mirip seperti Femmy ini," sambung eks penggawa Persija Jakarta dan Arema serta Timnas Indonesia tersebut. 



Entah kebetulan atau bukan, semasa masih bermain, Warsidi juga memakai nomor punggung lima, sama seperti yang dikenakan Femmy saat ini. Angka yang memang identik dengan seorang palang pintu. 

Namun Warsidi ingin mengajak Femmy keluar dari "zona nyaman". Menurutnya, di era sepak bola yang makin modern, visi dan misi bek dalam mengubah alur permainan kini jauh lebih diuji. 

Ya, bagi Warsidi, hajar bleh saja belum cukup. Seni dalam bertahan harus dibumbui pandangan luas ke depan. 

Apalagi Femmy punya potensi di kaki kidalnya. Bukan tidak mungkin ada banyak assist lahir dari visi misi bocah kelahiran 20 Februari 2011 itu. 

"Saya ingin menanamkan pola pikir ke Femmy kalau seorang bek juga harus bisa dan berani menguasai sekaligus memainkan bola di sektor lini belakang," tegas Warsidi. 





"Langsung buang bola jauh ke depan itu gaya lama. Ayo, main sentuhan satu dua. Harus ditanamkan dari sekarang memang," pungkas Warsidi. 




  • Tags