Brian Juro; Peluru Pelita Jaya SS U-9 yang Menghujam Jantung Pertahanan Lawan




IJL.Com- Ada pemain depan Pelita Jaya Soccer School U-9 yang perlahan terus menjadi perbincangan di kompetisi IJL Mayapada 2018. Bukan Rizki Eka Saputra ataupun Valdo Putra Pratama. Brian Juro Zakawali Absyar, sang peluru berdayak ledak tinggi yang dimaksud.

Partai penutup di babak penyisihan grup mampu dengan maksimal dimanfaatkan oleh skuat Pelita Jaya. Jumpa All Star Galapuri, poin penuh sukses dibawa pulang usai unggul dengan skor 3-1.

Meski bermain seperti mesin diesel, pelatih Pelita Jaya SS yakni Hari Bakir tetap mengapresiasi kinerja anak asuhnya. Ada pelajaran penting diambil pasca kekalahan perdana dari Maesa Cijantung di pekan sebelumnya.

"Alhamdullilah pertandingan terakhir kita bisa tutup dengan hasil maksimal dan raihan poin penuh. Kekalahan dari Maesa Cijantung di pekan sebelumnya benar-benar jadi pelajaran buat anak-anak. Kami ingin terus jaga momentum," buka pelatih Pelatih Jaya, Hari Bakir.



Tidak hanya secara hasil pertandingan yang membuat Hari tersenyum. Ada progres signfikan tiap pemainnya yang terus mendapat perhatian lebih. Jika sebelumnya ada nama-nama seperti Rizki Eka Saputra dan Valdo Putra Pratama, kini giliran Brian Juro yang jadi sorotan.

Meski tidak mencetak gol ke gawang All Star Galapuri, Brian Juro layak disebut sebagai salah satu penyerang paling merepotkan di IJL Mayapada 2018. Tubuhnya yang cenderung lebih kecil dibanding lawan-lawannya memudahkan ia bergerak seperti peluru di lini depan.

Menariknya, striker kelahiran Subang pada 26 November 2010 ini adalah pemain termuda di Pelita Jaya SS. Namun ada potensi emas yang dibawa dirinya.

"Patut diketahui, anak ini adalah pemain paling muda di Pelita Jaya SS U-9, baru tujuh tahun usianya," jelas Hari.





"Badannya kecil dan saya memompanya dengan skill dan kecepatan yang ia punya. Speed Brian Juro punya nilai tinggi untuk kami. Pemain dengan karakter ini sulit ditebak gaya permainannya," tambah Hari.





Sebagai pelatih yang sudah cukup senior di levek sepak bola usia dini, Hari terbilang jeli memanfaatkan "kelebihan" anak asuhnya tersebut. Ia bahkan menegaskan Brian Juro bukanlah anak bawang di skuat asuhannya.

Kepercayaan tinggi pun ia sematkan untuk pemain dengan nomor punggung 18 itu. Tidak jarang posisi starter diberikan. Bahkan ada strategi khusus diterapkan ke bocah berpostur 110 cm tersebut.

"Saya memang punya arahan khusus untuk anak ini, jangan terlalu banyak gerak. Posisinya cukup di depan gawang lawan saja, istilahnya spesialis bola-bola muntah lah. Terbukti ada satu gol lewat proses tersebut ia ciptakan saat melawan Serpong City Soccer School. Tiba-tiba muncul mengejutkan bek lawan ya ini karena skill dan kecepatan yang dipunya Brian Juro," tutur sang pelatih.

"Tapi saya tidak ingin ia jadi cepat puas. Ibarat penerimaan rapor ya Brian Juro baru dapat nilai tujuh," tandas Hari.






  • Tags